Operasional Haji 2026 Resmi Ditutup, Kemenhaj Langsung Siapkan Penyelenggaraan Haji Tahun Depan

Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf usai menyampaikan penutupan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. (Dok. Kemenhaj)
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf usai menyampaikan penutupan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. (Dok. Kemenhaj)

Harnas.id, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara resmi mengakhiri operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi setelah seluruh jemaah haji Indonesia tiba kembali di Tanah Air. Penutupan operasional ini sekaligus menjadi penanda dimulainya tahapan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi.

Kloter terakhir yang menandai berakhirnya operasional haji tahun ini adalah UPG-43, yang mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada pukul 17.05 WITA. Kloter tersebut membawa 242 jemaah, sekaligus menutup rangkaian proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi.

Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, menyampaikan rasa syukur atas selesainya seluruh rangkaian operasional haji tahun ini. Ia memastikan seluruh jemaah Indonesia telah kembali ke Tanah Air dengan selamat.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, saya menyatakan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi secara resmi telah berakhir,” ujar Irfan Yusuf, dikutip Jumat (3/7/2026).

Sepanjang musim haji 2026, pemerintah memberangkatkan 527 kelompok terbang (kloter) yang mengangkut 202.636 jemaah haji reguler melalui 16 embarkasi di seluruh Indonesia. Selain itu, Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) juga memberangkatkan 16.585 jemaah haji khusus serta 1.016 petugas haji khusus.

Penyelenggaraan haji tahun ini juga dihadapkan pada tantangan pelayanan terhadap jemaah dengan berbagai kondisi. Data Kemenhaj mencatat terdapat:

  • 44.247 jemaah lanjut usia (lansia)
  • 170.700 jemaah berisiko tinggi
  • 370 jemaah berkebutuhan khusus
  • 275 pengguna kursi roda

Untuk mendukung kelancaran ibadah, pemerintah menyiapkan berbagai layanan mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, pembinaan ibadah, hingga pelayanan kesehatan agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Selama operasional berlangsung, pemerintah juga mendistribusikan sekitar 24,18 juta boks makanan bagi jemaah. Di sektor transportasi, Kemenhaj mengoperasikan 15.212 bus antarkota perhajian serta 11.990 perjalanan bus shalawat guna mendukung mobilitas jemaah selama berada di Tanah Suci.

Pada sektor kesehatan, layanan diberikan secara berlapis melalui tenaga kesehatan di setiap kloter, klinik satelit, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), hingga kerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Arab Saudi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan medis jemaah dapat ditangani selama pelaksanaan ibadah haji.

Selain layanan operasional, Kemenhaj juga menerapkan sejumlah pembaruan dalam tata kelola penyelenggaraan haji. Di antaranya penerapan alokasi kuota provinsi yang dinilai lebih berkeadilan, penurunan biaya haji tanpa mengurangi kualitas pelayanan, penambahan embarkasi fast track, digitalisasi layanan, hingga penyelesaian lebih awal kontrak layanan di Arab Saudi.

Meski operasional haji telah resmi ditutup, pelayanan kepada jemaah belum sepenuhnya berakhir. Saat ini masih terdapat 60 jemaah Indonesia yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Kemenhaj memastikan pendampingan akan terus dilakukan hingga seluruh jemaah dinyatakan layak terbang dan dapat dipulangkan ke Indonesia.

Di sisi lain, proses penyelesaian klaim asuransi bagi jemaah yang wafat juga terus berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah menegaskan seluruh hak jemaah akan tetap diproses hingga tuntas.

Irfan Yusuf menegaskan, berakhirnya operasional haji bukan berarti berakhir pula upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan. Dalam waktu dekat, Kemenhaj akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama seluruh pemangku kepentingan sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan ibadah haji tahun berikutnya.

“Kami mencatat masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait layanan di Mina dan penguatan implementasi istithaah kesehatan. Seluruh catatan tersebut akan menjadi fokus evaluasi agar penyelenggaraan haji ke depan semakin profesional, aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah,”katanya.

Menhaj juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI, DPR RI, Pemerintah Arab Saudi, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, maskapai penerbangan, media massa, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh petugas haji yang telah memberikan pelayanan kepada jemaah selama berada di Tanah Suci. Irfan juga mengapresiasi para jemaah Indonesia yang dinilai menjaga ketertiban, kesabaran, serta semangat saling membantu selama menjalankan ibadah.

“Semoga seluruh jemaah memperoleh predikat haji yang mabrur, menjadi pribadi yang saleh secara individu maupun sosial, serta menghadirkan kemaslahatan bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” tutupnya.

Editor: IJS