
Harnas.id, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Nanang, staf Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.
Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, didampingi Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Kota, Bayu Marwanto, di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Senin (27/7/2026).
Santunan tersebut diterima langsung oleh istri almarhum, Yulianti, bersama putranya, Muhammad Adrian. Selain sebagai bentuk perlindungan sosial ketenagakerjaan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu keberlangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kesempatan itu, Dedie A. Rachim menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang dialami keluarga almarhum. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan untuk menjalani masa-masa sulit pascakehilangan anggota keluarga yang menjadi tulang punggung.
Menurut Dedie, perhatian terhadap keluarga pekerja yang mengalami musibah menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah dalam memastikan perlindungan bagi para pekerja dan keluarganya.
Ia juga memberikan motivasi kepada Muhammad Adrian yang saat ini masih menempuh pendidikan di SDN Cibuluh 1. Dedie meminta agar sang anak tetap fokus belajar dan memanfaatkan kesempatan yang tersedia untuk meraih pendidikan setinggi mungkin.
“Tetap semangat. Sekolah sampai ke sarjana, di balik musibah yang ada, almarhum memberikan bekal untuk anaknya menempuh pendidikan ke perguruan tinggi. Jangan kecewakan,” kata Dedie Rachim.
Dedie menambahkan, santunan yang diterima keluarga almarhum sebaiknya dikelola secara bijak agar dapat memberikan manfaat jangka panjang. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dana tersebut juga dapat digunakan untuk menunjang pendidikan anak maupun menjadi modal usaha keluarga.
Di sisi lain, BPJS Ketenagakerjaan memastikan pendampingan terhadap ahli waris tidak berhenti pada penyerahan santunan semata. Program perlindungan yang diberikan juga mencakup dukungan pendidikan dan peningkatan kapasitas bagi keluarga yang ditinggalkan.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Kota, Bayu Marwanto, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Ia menuturkan bahwa setiap musibah merupakan ketentuan yang tidak dapat dihindari, namun negara melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan hadir untuk memberikan perlindungan bagi pekerja dan keluarganya.
Bayu menjelaskan, selain santunan yang telah diterima ahli waris, putra almarhum juga memperoleh manfaat beasiswa pendidikan yang akan diberikan secara bertahap hingga jenjang perguruan tinggi.
“Alhamdulillah santunan sudah diserahkan kepada ahli waris. Untuk beasiswa bagi putranya diserahkan secara bertahap sejak SD hingga perguruan tinggi. Santunan yang diserahkan semoga dapat meringankan beban para ahli waris,” ujar Bayu.
Menurutnya, manfaat program BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan perlindungan saat pekerja masih aktif bekerja, tetapi juga menjadi jaring pengaman bagi keluarga ketika risiko kerja terjadi.
BPJS Ketenagakerjaan juga membuka peluang bagi ahli waris untuk mengikuti berbagai program pelatihan keterampilan. Langkah ini dilakukan agar keluarga yang ditinggalkan memiliki bekal tambahan dalam membangun kemandirian ekonomi dan melanjutkan kehidupan ke depan.
Penyerahan santunan tersebut menjadi pengingat pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja, khususnya yang menjalankan tugas dengan tingkat risiko tinggi. Kehadiran manfaat santunan dan beasiswa diharapkan dapat membantu keluarga almarhum menjaga keberlanjutan pendidikan anak sekaligus memenuhi kebutuhan hidup setelah kehilangan pencari nafkah utama.
Editor: IJS










