Tak Sekadar Santunan, “Senyum Bersama” Hadirkan Edukasi dan Layanan Sosial untuk Anak Yatim di Bogor

Peserta kegiatan Senyum Bersama mengikuti rangkaian santunan, edukasi, dan layanan sosial di Desa Sinarwangi, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. (Dok. Panitia)
Peserta kegiatan Senyum Bersama mengikuti rangkaian santunan, edukasi, dan layanan sosial di Desa Sinarwangi, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. (Dok. Panitia)

Harnas.id, BOGOR – Kegiatan santunan anak yatim umumnya identik dengan pemberian bantuan dan bingkisan. Namun konsep berbeda dihadirkan dalam kegiatan sosial bertajuk Senyum Bersama yang digelar Sahabat Al-Muttaqien bersama Yayasan Doa Yatim di Desa Sinarwangi, Tapos 1, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Ahad (2/8/2026).

Mengusung tema “Satu Senyum, Sejuta Harapan. Bersama Berbagi, Bersama Kebaikan”, kegiatan ini tidak hanya menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga menghadirkan berbagai program edukasi dan pelayanan yang ditujukan bagi anak-anak maupun masyarakat sekitar.

Sekitar 200 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah itu terdiri dari kurang lebih 100 anak yatim, piatu, dan dhuafa serta sekitar 100 warga Desa Sinarwangi yang turut berpartisipasi dalam rangkaian acara.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Sahabat Al-Muttaqien, Saepulloh, bersama Pembina Yayasan Doa Yatim, Abi Rahmat dan Dr. Muhammad Irfansyah Lubis, S.Hut., M.Dev.Prac., Ph.D.

Panitia menghadirkan sejumlah program yang dirancang tidak hanya memberi manfaat jangka pendek, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan yang digelar meliputi:

  • Penyuluhan cara menyikat gigi yang benar.
  • Edukasi batas aurat dan perlindungan diri bagi anak laki-laki maupun perempuan.
  • Permainan edukatif (fun activity).
  • Pemeriksaan kesehatan gratis.
  • Pembagian paket sembako untuk warga.
  • Makan bersama masyarakat.
  • Bazar barang murah.
  • Booth layanan dan informasi dari para sponsor.

Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah edukasi perlindungan anak. Panitia menilai pemahaman mengenai batasan diri dan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak perlu diberikan sejak dini, mengingat masih tingginya kasus kekerasan dan pelecehan yang melibatkan anak-anak.

Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga diri, mengenali situasi yang berpotensi membahayakan, serta berani menyampaikan kepada orang tua atau pihak yang dipercaya apabila mengalami tindakan yang tidak semestinya.

Dengan pendekatan tersebut, anak-anak yang hadir tidak hanya menerima santunan dan bingkisan, tetapi juga memperoleh bekal pengetahuan yang dapat membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan kegiatan Senyum Bersama juga didukung oleh berbagai pihak yang berkolaborasi dalam pelaksanaannya. Sejumlah mitra yang terlibat antara lain Natur, Plaskita, Wings Indonesia, Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa, Kalbe Farma, serta Niat Umroh.

Ketua Sahabat Al-Muttaqien, Saepulloh, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan kegiatan sosial yang memiliki dampak lebih luas dibanding sekadar penyaluran bantuan.

“Kami ingin menghadirkan kegiatan santunan yang tidak hanya berbagi kebahagiaan sesaat, tetapi juga memberikan nilai edukasi dan manfaat jangka panjang. Harapannya, setiap senyum yang terukir hari ini mampu menghadirkan harapan baru bagi anak-anak dan masyarakat Desa Sinarwangi,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan sosial yang dipadukan dengan edukasi dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus membangun kepedulian sosial yang berkelanjutan.

Melalui semangat “Satu Senyum, Sejuta Harapan. Bersama Berbagi, Bersama Kebaikan”, Sahabat Al-Muttaqien dan Yayasan Doa Yatim berharap program Senyum Bersama dapat terus dilaksanakan di berbagai wilayah serta menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Selain memberikan manfaat langsung bagi peserta, program tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi komunitas, lembaga, dan berbagai pihak untuk bersama-sama menghadirkan kegiatan sosial yang berdampak nyata bagi lingkungan sekitar.

Editor: IJS