Revalidasi UNESCO Global Geopark Ijen Masuk Tahap Akhir, Asesor UNESCO Tinjau Kawah hingga Bondowoso

Tim Asesor UNESCO dalam rangkaian revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark di Kabupaten Bondowoso. Foto: Istimewa
Tim Asesor UNESCO dalam rangkaian revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark di Kabupaten Bondowoso. Foto: Istimewa

Harnas.id, Bondowoso – Proses revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark (UGGp) berlanjut dengan rangkaian evaluasi lapangan dan pertemuan bersama pemangku kepentingan di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026). Tim asesor UNESCO meninjau sejumlah kawasan yang menjadi bagian penting dari geopark sebelum mengakhiri rangkaian kunjungan di Bondowoso.

Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sore hari dengan lokasi di SMAN 2 Bondowoso dan Pendopo Kabupaten Bondowoso. Sejumlah pejabat pemerintah daerah, tim teknis Ijen Geopark, serta perwakilan kementerian dan lembaga turut mengikuti agenda tersebut.

Rangkaian kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Bondowoso KH As’ad Yahya Syafi’i, Wakil Bupati Banyuwangi Ir H Mujiono, Sekda Banyuwangi Dr Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, jajaran kepala OPD Kabupaten Bondowoso, dan Tim Teknis Ijen Geopark.

Dari pihak asesor UNESCO, hadir Andreas Josef Schueller dari Jerman dan Yue Li dari China. Mereka didampingi Tim Bappenas, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), serta pendamping dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Sebelum mengikuti agenda di Bondowoso, tim asesor melakukan peninjauan langsung ke kawasan Kawah Ijen melalui jalur pendakian Paltuding. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi geologi di kawasan Kawah Ijen dan sekitarnya sebagai bagian dari proses revalidasi.

Setelah menyelesaikan peninjauan lapangan, tim kemudian menuju SMAN 2 Bondowoso. Di sekolah tersebut, asesor melihat Geopark Corner yang menjadi pusat informasi dan edukasi mengenai Ijen Geopark sekaligus berinteraksi dengan siswa-siswi yang menjadi duta Ijen Geopark.

Dari SMAN 2 Bondowoso, tim melanjutkan perjalanan menuju Hotel Grand Padis untuk transit. Agenda berikutnya berupa pembahasan dokumen geopark digelar secara terbatas di Meeting Room lantai enam hotel tersebut.

Dalam sesi tersebut, Tim Asesor UNESCO melakukan bedah dokumen atau dossier Geopark. Pembahasan diarahkan untuk mencermati kesesuaian antara materi yang disampaikan Tim Teknis Geopark Ijen dengan kondisi yang ditemukan asesor selama melakukan kunjungan ke berbagai situs geopark.

Rangkaian evaluasi kemudian ditutup dengan agenda di Pendopo Bupati RBA Ki Ronggo Bondowoso. Tim asesor menghadiri acara farewell party yang diisi sambutan, pemberian cinderamata, serta pelepasan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Wakil Bupati Bondowoso KH As’ad Yahya Syafi’i menyampaikan apresiasi kepada Tim Asesor UNESCO yang telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah geosite di wilayah Bondowoso, termasuk Paltuding, Blawan, dan Plalangan.

Menurutnya, Ijen tidak hanya berkaitan dengan sektor pariwisata. Kawasan tersebut juga dipandang sebagai ruang kehidupan masyarakat, wilayah konservasi, sekaligus bagian dari pengembangan ekonomi yang diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso, kata As’ad, juga menilai kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjadi bagian penting dalam pengelolaan Ijen Geopark. Kolaborasi kedua daerah diperlukan agar pengelolaan kawasan dapat memenuhi standar yang berlaku dalam jaringan geopark dunia.

“Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimisme tinggi agar Ijen UNESCO Global Geopark sukses melewati proses revalidasi dan terus mendunia,” ujar As’ad.

Ia juga menyebut status UNESCO Global Geopark bukan sekadar penghargaan, tetapi membawa tanggung jawab dalam menjaga kawasan. Revalidasi dinilai menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan perkembangan yang telah dilakukan sekaligus menerima masukan untuk memperbaiki pengelolaan geopark.

“Predikat UNESCO Global Geopark merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar yang harus dijaga melalui pengelolaan yang berkelanjutan,” katanya.

As’ad menambahkan, keberlanjutan Ijen Geopark membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, media, dan masyarakat dinilai memiliki peran dalam menjaga sekaligus mengembangkan kawasan tersebut.

Sementara itu, Asesor UNESCO Andreas Josef Schueller mengapresiasi sambutan dan pendampingan yang diberikan selama pelaksanaan misi revalidasi. Ia menekankan bahwa proses tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan administratif, tetapi juga menjadi bagian dari hubungan dan kolaborasi antaranggota jaringan UNESCO Global Geopark.

“Kami sebagai Asesor UNESCO menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan selama pelaksanaan misi revalidasi,” ujar Andreas.

Ia juga menyampaikan kesannya terhadap kawasan Ijen, termasuk bentang alam berupa perkebunan, kawasan pegunungan, dan kekayaan geologi yang menjadi karakter utama geopark. Menurutnya, pengalaman selama kunjungan lapangan memberikan gambaran mengenai kondisi kawasan yang menjadi bagian dari evaluasi.

Andreas menjelaskan, kehadiran tim asesor tidak semata-mata untuk memeriksa dokumen. Mereka juga ingin membangun dialog dengan pengelola geopark sebagai bagian dari jejaring geopark dunia.

“Kami datang bukan untuk sekadar memeriksa dokumen, tetapi ingin berdialog sebagai sesama anggota jaringan geopark dunia. Tujuannya adalah saling belajar, saling mendukung, dan membantu agar pengelolaan geopark terus berkembang,” katanya.

Setelah agenda di Bondowoso selesai, Tim Asesor UNESCO melanjutkan perjalanan menuju Kota Surabaya pada Kamis malam untuk mengikuti agenda berikutnya.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark di Bondowoso berlangsung aman, tertib, dan lancar. Hasil evaluasi lapangan dan pembahasan dokumen menjadi bagian dari proses penilaian terhadap keberlanjutan status Ijen dalam jaringan UNESCO Global Geopark.

Editor: IJS