Harnas.id, JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) kembali mendapat perubahan dalam komposisi indeks MSCI. Dalam rangkaian August 2026 Index Review, MSCI memutuskan menghapus saham GOTO dari MSCI Indonesia Investable Market Index dengan menggunakan lowest system price sebesar 0,00001 dari mata uang harga saham.
MSCI menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan potensi persoalan index replicability atau kemampuan investor untuk mereplikasi indeks. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah likuiditas saham GOTO yang dinilai sangat rendah.
Dalam pengumuman tertanggal 12 Agustus 2026, MSCI menyatakan penghapusan GOTO dilakukan menggunakan lowest system price, yakni 0,00001 dari mata uang harga saham. Perlakuan tersebut merupakan bagian dari evaluasi berkala melalui August 2026 Index Review.
Kondisi harga saham GOTO menjadi salah satu latar belakang keputusan tersebut. Saham GOTO telah berada di level harga minimum perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni Rp50 per saham, sejak penutupan perdagangan pada 13 Mei 2026.
MSCI menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan dalam proses replikasi indeks. Dengan likuiditas yang sangat rendah dan harga saham yang berada di batas minimum perdagangan, keberadaan GOTO dalam indeks menjadi salah satu aspek yang kembali dievaluasi.
Keputusan terbaru ini melanjutkan perubahan sebelumnya dalam hasil August 2026 Index Review. MSCI juga menetapkan GOTO keluar dari MSCI Global Standard Indexes, bersama PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN).
Perubahan konstituen dari hasil review tersebut tidak langsung berlaku pada hari pengumuman. MSCI menetapkan perubahan mulai efektif setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026, sehingga susunan indeks hasil rebalancing akan digunakan pada sesi perdagangan berikutnya.
Di sisi lain, terdapat 11 saham asal Indonesia yang tercatat sebagai konstituen MSCI Global Standard Index. Total kapitalisasi pasar dari saham-saham tersebut mencapai US$52,97 miliar.
Hingga perdagangan 29 Juli 2026, indeks tersebut berada di level 976,09. Posisi itu mencerminkan koreksi sebesar 36,49 persen secara year to date (YtD).
Lima saham dengan kontribusi bobot terbesar dalam indeks tersebut secara berurutan adalah BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, dan ASII. Sementara itu, GOTO menempati posisi keenam dengan bobot indeks sebesar 4,72 persen.
Keputusan MSCI terhadap GOTO menjadi perhatian karena perubahan komposisi indeks dapat memengaruhi strategi pengelolaan portofolio investor yang menjadikan indeks sebagai acuan. Namun, dampak aktual terhadap perdagangan saham tetap akan bergantung pada kondisi likuiditas dan aktivitas pasar menjelang maupun setelah pemberlakuan rebalancing.
Editor: IJS











