Pendaftar Pascasarjana Unpad Terus Naik, Calon Mahasiswa Diminta Jangan Tunggu Sesi Ketiga

Sosialisasi SMUP Pascasarjana Gelombang II Tahun Akademik 2026/2027 di Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Foto: Unpad
Sosialisasi SMUP Pascasarjana Gelombang II Tahun Akademik 2026/2027 di Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Foto: Unpad

Harnas.id, JATINANGOR – Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali membuka Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Pascasarjana untuk Tahun Akademik 2026/2027. Seleksi tersebut mencakup sejumlah jenjang, mulai dari magister, doktor, profesi, spesialis hingga subspesialis.

Pembukaan penerimaan dilakukan melalui berbagai jalur seleksi dan skema yang disesuaikan dengan program studi. Tren jumlah pendaftar juga disebut terus mengalami peningkatan seiring semakin beragamnya pilihan jalur masuk yang disediakan Unpad.

“Kalau dilihat dari tren pendaftar, terus naik dengan berbagai macam jalur yang dibuka,” ujar Kepala Kantor Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Unpad, Prof. Anas, dalam Sosialisasi SMUP Pascasarjana Gelombang II Tahun Akademik 2026/2027 di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Selasa (1/9/2026).

Menurut Prof. Anas, Unpad menyediakan sejumlah alternatif penerimaan bagi calon mahasiswa. Selain jalur reguler, terdapat jalur kerja sama dan sejumlah jalur pendukung lainnya yang dapat diikuti sesuai ketentuan masing-masing program studi.

Calon peserta diminta memperhatikan persyaratan sejak awal pendaftaran. Kelengkapan dokumen menjadi tahap penting karena peserta harus terlebih dahulu dinyatakan memenuhi syarat atau eligible sebelum dapat mengikuti proses seleksi di tingkat program studi.

Verifikasi Dokumen Jadi Tahap Awal

Setelah dinyatakan eligible, calon mahasiswa akan mengikuti tahapan seleksi yang ditentukan oleh masing-masing program studi. Bentuk seleksi dapat berupa wawancara maupun ujian lain sesuai ketentuan program studi yang dipilih.

Prof. Anas menjelaskan, proses verifikasi menjadi salah satu tahapan yang harus diperhatikan peserta. Dokumen resmi seperti ijazah dan transkrip akan diperiksa bersama kartu identitas serta sertifikat Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI).

“Yang paling penting adalah verifikasi. Pertama, verifikasi dokumen resmi seperti ijazah dan transkrip. Selain itu juga kartu identitas serta sertifikat TKA (Tes Kemampuan Akademik) dan TKBI (Tes Kemampuan Bahasa Inggris). Setelah eligible keluar, kemudian interview atau ujian prodi lainnya, baru penentuan kelulusan,” ujarnya.

Persyaratan skor TKA dan TKBI juga tidak sama untuk seluruh jenjang. Untuk program magister dan profesi, Unpad tidak menetapkan skor minimum, sedangkan untuk program doktor serta spesialis dan subspesialis, skor yang dipersyaratkan berada pada rentang 475 hingga 500.

Prof. Anas mengingatkan agar peserta memastikan sertifikat TKA dan TKBI yang digunakan diterbitkan lembaga penyelenggara resmi dan terakreditasi. Hal tersebut penting untuk menghindari kendala ketika proses verifikasi dokumen dilakukan, khususnya bagi peserta yang mendaftar mendekati batas sesi penerimaan.

Beberapa Beasiswa Tak Dibuka di Gelombang II

Calon mahasiswa juga perlu mencermati bahwa tidak seluruh jalur dan skema beasiswa tersedia pada SMUP Pascasarjana Gelombang II.

Sejumlah program yang tidak dibuka pada gelombang ini meliputi:

  • Beasiswa Unpad (BPUPP dan BPDP);
  • Beasiswa PMDSU; serta
  • Program fast track dari jenjang S-1 ke S-2.

Bagi calon mahasiswa yang sebelumnya menargetkan salah satu jalur tersebut, Unpad menyarankan untuk mempertimbangkan alternatif jalur atau skema lain yang masih tersedia.

Prof. Anas juga mengingatkan peserta agar tidak menunda pendaftaran. Menurutnya, pendaftaran lebih awal memberikan ruang bagi calon mahasiswa untuk melengkapi maupun memperbaiki dokumen apabila ditemukan kekurangan dalam proses verifikasi.

Ia menyebut sesi kedua sebagai salah satu pilihan yang ideal karena peserta yang belum dinyatakan eligible masih mempunyai kesempatan mengikuti sesi berikutnya.

“Kalau di sesi ketiga sudah tidak ada waktu untuk memperbaiki,” ungkapnya.

Pendaftar Beasiswa Diminta Siapkan Dokumen Lebih Awal

Bagi calon mahasiswa yang berencana menggunakan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) maupun Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI), Prof. Anas menyarankan agar proses pendaftaran dilakukan lebih awal.

Langkah tersebut diperlukan agar calon penerima beasiswa memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan seluruh dokumen dan persyaratan yang diperlukan. Kesiapan administrasi menjadi penting karena proses penerimaan universitas dan proses pengajuan beasiswa memiliki persyaratan yang harus disesuaikan.

Sementara bagi calon pendaftar beasiswa alumni berkinerja dan berprestasi, peserta diimbau memilih jalur pendaftaran yang sesuai. Pemilihan jalur tersebut diperlukan agar proses seleksi dapat dilakukan berdasarkan kategori beasiswa yang dituju.

Pendaftaran Berlangsung hingga Januari 2027

SMUP Pascasarjana Gelombang II jalur reguler telah dibuka sejak 14 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 11 Januari 2027. Sementara itu, pendaftaran untuk program spesialis dan subspesialis dibuka sampai 28 Desember 2026.

Calon mahasiswa dapat memanfaatkan waktu pendaftaran untuk memastikan program studi, jalur seleksi, serta seluruh persyaratan telah sesuai. Peserta juga perlu memperhatikan ketentuan dokumen dan sertifikat yang digunakan agar tidak mengalami kendala ketika memasuki tahap verifikasi.

Informasi mengenai program studi, persyaratan, jalur seleksi, jadwal penerimaan, biaya kuliah, hingga pilihan beasiswa dapat diperoleh melalui laman resmi SMUP Unpad.

Dengan pilihan jalur yang cukup beragam, calon mahasiswa memiliki sejumlah alternatif untuk melanjutkan pendidikan di Unpad. Namun, kelengkapan dokumen dan ketepatan memilih jalur tetap menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan sejak awal.

Editor: IJS