
Harnas.id, SURABAYA — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengingatkan orang tua mahasiswa baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) agar tetap menjaga komunikasi dengan anak selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Pesan tersebut disampaikan Emil saat menghadiri Pertemuan Orang Tua Mahasiswa Baru 2026 ITS yang digelar Ikatan Orang Tua Mahasiswa (Ikoma) ITS di Grha Sepuluh Nopember ITS, Surabaya, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Emil, perjalanan pendidikan seorang mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh proses akademik di lingkungan kampus. Dukungan keluarga tetap memiliki peran dalam membantu mahasiswa melewati fase baru ketika mereka mulai memasuki dunia perguruan tinggi.
Emil menilai masa awal perkuliahan menjadi periode penting bagi mahasiswa untuk belajar mengambil keputusan dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Karena itu, orang tua perlu memberikan kepercayaan sekaligus ruang agar anak dapat berkembang secara mandiri.
Namun, ruang untuk mandiri tersebut tidak berarti hubungan antara mahasiswa dan keluarga harus semakin jauh. Emil mengingatkan agar komunikasi tetap dijaga sehingga orang tua masih dapat menjadi tempat bagi anak untuk berbagi dan berdiskusi.
“Namun, jangan sampai ruang tersebut akhirnya membuat komunikasi antara anak dengan orang tua menjadi terputus,” tegas Emil.
Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD mengatakan, pertemuan orang tua mahasiswa baru yang digelar secara rutin setiap awal tahun ajaran memiliki tujuan lebih luas. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi keluarga untuk mengenal lingkungan pendidikan sekaligus memahami proses yang akan dijalani mahasiswa selama berada di ITS.
Bambang menilai hubungan antara kampus dan keluarga perlu dibangun sebagai bentuk sinergi dalam mendukung perjalanan pendidikan mahasiswa. Menurutnya, pendidikan mahasiswa bukan hanya menjadi tanggung jawab perguruan tinggi, tetapi membutuhkan dukungan dari lingkungan keluarga.
“Kami ingin orang tua memahami bahwa pendidikan mahasiswa di ITS merupakan proses yang perlu didukung bersama,” tuturnya.
Bambang juga meminta orang tua memberikan kepercayaan kepada mahasiswa untuk menjalani proses pembelajaran dan mengembangkan kemampuan mereka selama berada di lingkungan kampus.
Kepercayaan tersebut, menurutnya, penting agar mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan sekaligus mengikuti berbagai aktivitas yang dapat menunjang perkembangan diri.
“Berikan kepercayaan kepada mereka (mahasiswa) untuk mengeksplorasi potensi dan mengikuti berbagai kegiatan yang positif,” ungkap Guru Besar Departemen Teknik Mesin ITS tersebut.
Pesan serupa disampaikan Ketua Ikoma ITS Dr Ir Wahid Wahyudi MT. Ia mengajak keluarga melihat masa perkuliahan sebagai tahap baru dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
Menurut Wahid, perubahan status dari pelajar menjadi mahasiswa tidak menghapus posisi keluarga sebagai sumber dukungan. Justru pada fase tersebut, mahasiswa tetap membutuhkan ruang untuk berdiskusi ketika menghadapi berbagai persoalan selama menjalani kehidupan kampus.
“Orang tua harus tetap hadir sebagai tempat berdiskusi dan memperoleh dukungan,” pesannya.
Pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya keterlibatan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa. Dukungan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penciptaan ekosistem pendidikan yang mendukung proses belajar mahasiswa.
Editor: IJS










