Harnas.id, BOGOR — Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan Sudirman, Bogor Tengah, terus mendapat perhatian Pemerintah Kota Bogor, termasuk soal akses warga yang memiliki kepentingan di sepanjang jalur tersebut. Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin memastikan kegiatan CFD tetap dapat dinikmati masyarakat tanpa mengganggu aktivitas lain, termasuk ibadah jemaat Gereja Bethel.
Hal itu disampaikan Jenal saat mengunjungi kawasan CFD bersama istri dan ketiga anaknya, Minggu (4/10/2026). Ia datang dengan bersepeda sekaligus memantau langsung pelaksanaan CFD yang menjadi salah satu ruang publik bagi masyarakat Kota Bogor pada akhir pekan.
Menurut Jenal, pengaturan CFD tidak hanya berkaitan dengan kelancaran aktivitas warga yang berolahraga atau berkegiatan di kawasan tersebut. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat yang memiliki keperluan lain di sepanjang Jalan Sudirman tetap mendapatkan akses, terutama jemaat gereja yang datang untuk menjalankan ibadah rutin.
“Kami memprioritaskan kendaraan yang mau masuk dan melangsungkan kegiatan ibadah di gereja. Kami berikan akses dan lokasi parkir di areal Pusdikzi,” kata Jenal Mutaqin.
Untuk memastikan akses tersebut berjalan di lapangan, Jenal mengatakan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor turut diminta melakukan pengawalan terhadap kendaraan jemaat yang hendak menuju Gereja Bethel. Pengaturan tersebut dinilai penting agar pembatasan kendaraan selama CFD tidak membuat warga kesulitan menjalankan aktivitas ibadah.
Pemkot Bogor juga menyiapkan skema khusus untuk memudahkan identifikasi kendaraan jemaat gereja. Ke depan, kendaraan milik jemaat yang membutuhkan akses tersebut akan dipertimbangkan untuk mendapatkan tanda khusus sehingga petugas dapat memberikan pelayanan tanpa menghambat pelaksanaan CFD.
“Saya rasa ke depan akan kita kaji dan perlu ada identitas khusus atau petugas yang langsung mengawal jemaat atau masyarakat yang memang dirasa penting untuk melewati akses Jalan Sudirman ini,” tegasnya.
Jenal menjelaskan, Pemkot Bogor sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan pihak Gereja Bethel terkait pengaturan akses tersebut. Pembahasan dilakukan dengan fasilitasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai bagian dari upaya mencari pengaturan yang dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.
Dari hasil audiensi tersebut, pemerintah kini tinggal menerapkan kesepakatan di lapangan. Jenal meminta petugas CFD tidak hanya fokus pada pengaturan arus masyarakat, tetapi juga aktif mengarahkan jemaat yang hendak menuju lokasi ibadah.
“Ada batas kerucut yang juga disiapkan khusus bagi kendaraan atau mobilitas jemaat gereja. Ini semua agar masyarakat bisa beribadah dengan tenang,” tambahnya.
Di sisi lain, Jenal melihat jumlah warga yang memanfaatkan kawasan CFD terus menunjukkan peningkatan sejak kegiatan tersebut pertama kali diberlakukan. Antusiasme itu terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang datang untuk berolahraga, beraktivitas bersama keluarga maupun sekadar menikmati ruang publik.
Meski berlangsung dalam waktu terbatas, CFD di Jalan Sudirman saat ini dilaksanakan mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Menurut Jenal, tingginya animo masyarakat menunjukkan bahwa ruang publik seperti CFD tetap dibutuhkan dan perlu dikelola agar dapat dinikmati berbagai kelompok warga.
Editor: IJS










