Kapolresta Bogor Kota Berganti, Dedie Rachim Pastikan Pintu Komunikasi Pemkot Terbuka

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menghadiri pisah sambut Kapolresta Bogor Kota di Mako Polresta Bogor Kota. Foto: Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menghadiri pisah sambut Kapolresta Bogor Kota di Mako Polresta Bogor Kota. Foto: Pemkot Bogor

Harnas.id, BOGOR — Kepemimpinan di Polresta Bogor Kota berganti dari Kombes Pol. Rio Wahyu Anggoro kepada Kombes Pol. Adhitya Panji Anom. Serah terima tersebut ditandai dengan acara pisah sambut yang dihadiri Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di Mako Polresta Bogor Kota, Rabu (30/9/2026).

Dedie Rachim menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terbangun selama Rio Wahyu Anggoro menjalankan tugasnya di Kota Bogor. Selama kurang lebih sembilan bulan, Rio dinilai telah menunjukkan komitmen untuk menjadi bagian dari Bogor Raya, termasuk dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.

Menurut Dedie, kondisi Kota Bogor selama masa kepemimpinan Rio relatif terkendali. Ia menilai dinamika yang terjadi di tengah masyarakat masih dapat ditangani sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Secara umum, kondisi Kota Bogor cukup landai dan tidak mengalami dinamika yang terlalu bergejolak. Alhamdulillah, di bawah kepemimpinan beliau di Polresta Bogor Kota, kita merasakan situasi yang senantiasa aman, terkendali, dan semakin membaik,” ucap Dedie Rachim.

Pergantian pimpinan tersebut sekaligus menjadi awal bagi Adhitya Panji Anom untuk menjalankan tugas sebagai Kapolresta Bogor Kota. Dedie menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus membuka ruang komunikasi antara Pemkot Bogor dengan jajaran kepolisian di bawah kepemimpinan yang baru.

Dedie menegaskan, komunikasi dan silaturahmi antara pemerintah daerah dengan kepolisian harus tetap berjalan. Menurutnya, koordinasi antarlembaga menjadi salah satu bagian penting dalam menangani berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Kepada Rio, Dedie juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin selama bertugas di Kota Bogor. Ia berharap hubungan baik yang sudah terbentuk dapat menjadi bagian dari catatan pengabdian Rio selama berada di Bogor.

Sementara itu, Rio Wahyu Anggoro menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan tugas Polresta Bogor Kota selama masa kepemimpinannya. Ia secara khusus menyebut jajaran pemerintah daerah, TNI, serta masyarakat yang ikut menjaga kerja sama dalam menangani berbagai persoalan.

“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota, jajaran pemerintah daerah, TNI, serta seluruh unsur masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan tugas Polresta Bogor Kota. Kolaborasi yang terbangun selama ini sangat berarti. Berbagai persoalan dapat ditangani bersama, sehingga tidak menimbulkan dampak lanjutan yang lebih luas,” ungkapnya.

Di sisi lain, Adhitya Panji Anom memperkenalkan diri sekaligus meminta izin untuk bergabung sebagai bagian dari keluarga besar Polresta Bogor Kota. Ia berharap dirinya bersama keluarga dapat diterima oleh masyarakat Kota Bogor dalam menjalankan amanah barunya.

“Kami berharap kehadiran kami bersama keluarga dapat diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Kota Bogor. Kami juga berharap mendapatkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, baik dari TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun seluruh elemen lainnya,” ucapnya.

Adhitya juga membuka ruang bagi berbagai masukan selama menjalankan tugas sebagai Kapolresta Bogor Kota. Ia berharap dukungan dan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan dapat membantu menjaga kondisi Kota Bogor tetap aman, nyaman, kondusif, dan rukun.

Ia menilai keterlibatan berbagai unsur masyarakat diperlukan dalam menjaga situasi keamanan kota. Karena itu, saran dan masukan dari TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta elemen lainnya diharapkan dapat menjadi bahan dalam pelaksanaan tugas ke depan.

Dengan pergantian tersebut, kolaborasi antara Polresta Bogor Kota dan Pemkot Bogor memasuki fase baru. Komunikasi lintas lembaga menjadi salah satu modal penting untuk memastikan berbagai persoalan di Kota Bogor dapat ditangani bersama sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Editor: IJS