
Harnas.id, AMERIKA SERIKAT — Jusuf Kalla (JK) menerima penghargaan khusus dari Northern Illinois University (NIU) setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan sebagai dosen tamu selama dua pekan di universitas tersebut. Penghargaan itu diberikan dalam acara pelepasan JK pada Selasa malam (20/10/2026) waktu setempat, di DeKalb, Illinois, Amerika Serikat.
Acara tersebut dihadiri Presiden NIU Dr. Lisa Freeman, sejumlah dekan, serta dosen senior. Dalam sambutannya, Lisa menyampaikan bahwa kehadiran JK di NIU menjadi simbol penting hubungan Indonesia dan Amerika Serikat, sekaligus membuka ruang pertukaran perspektif di antara mahasiswa dan sivitas akademika dari berbagai negara.
“Selama dua pekan berada di Northern Illinois University, kehadiran Jusuf Kalla menjadi jembatan kokoh yang menghubungkan Indonesia dan Amerika Serikat. Bahkan, lebih dari itu, beliau menjadi jembatan dunia karena mahasiswa NIU datang dari berbagai penjuru dunia. Kehadiran beliau memberikan kesempatan bagi sivitas akademika kami untuk belajar langsung dari pengalaman dan perspektif seorang pemimpin dengan pengalaman global,” ujar Lisa.
Selama berada di NIU, JK menyampaikan serangkaian kuliah yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari demokrasi dan otonomi daerah, penyelesaian konflik, hingga tantangan transisi energi hijau. Dalam kesempatan tersebut, ia berbagi pengalaman Indonesia dalam menghadapi persoalan pembangunan, tata kelola pemerintahan, dan perdamaian kepada mahasiswa serta komunitas akademik internasional.
Pada kuliah penutupnya, JK membawakan tema “Making the Green Transition Work: Industry, Technology, and Jobs in Indonesia’s Political Economy”. Materi tersebut membahas tantangan mewujudkan transisi energi hijau dengan mempertimbangkan keterkaitannya dengan sektor industri, perkembangan teknologi, dan penciptaan lapangan kerja.
Dalam sambutan pada acara pelepasan, JK menekankan pentingnya kerja sama global untuk menghadapi berbagai krisis dan ketidakpastian yang terjadi di dunia.
“Dalam situasi krisis dan ketidakpastian dunia saat ini, kerja sama global menjadi jalan untuk mencari solusi. Tidak ada negara yang kebal terhadap persoalan. Karena itu, negara-negara perlu bekerja sama untuk menghadapi tantangan bersama,” ujar JK.
Pemberian penghargaan khusus dari NIU tersebut menandai berakhirnya tugas JK sebagai dosen tamu di DeKalb. Rangkaian kuliah yang dijalaninya juga menjadi wadah pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan gagasan antara Indonesia dan komunitas akademik internasional.
Setelah menyelesaikan agenda di NIU, JK dijadwalkan melanjutkan rangkaian kuliahnya di Harvard University pada 22 Oktober dan Yale University pada 23 Oktober 2026.
Pesan yang disampaikan JK selama berada di NIU menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan global. Di tengah dunia yang semakin saling terhubung, berbagai persoalan bersama membutuhkan dialog, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama internasional untuk menemukan solusi yang berkelanjutan.
Editor: Erk










