
Harnas.id, KOTA BOGOR – Pemerintah Kota Bogor mulai menggerakkan program pendampingan “UMKM Naik Kelas Kota Bogor 2026” yang ditujukan untuk mendorong pelaku usaha lokal lebih berkembang, adaptif terhadap digitalisasi, hingga mampu bersaing di pasar internasional.
Program tersebut resmi dimulai melalui agenda kick off yang mempertemukan puluhan pelaku UMKM terpilih bersama pemerintah daerah, perbankan, hingga lembaga perlindungan tenaga kerja. Dalam program ini, sebanyak 88 UMKM akan mendapatkan pendampingan intensif selama empat bulan.
Pendampingan tersebut difokuskan pada peningkatan omzet usaha, penguatan branding, transformasi digital, hingga perluasan pasar menuju level global. Selain itu, para pelaku usaha juga dibantu dalam aspek administrasi usaha dan perlindungan tenaga kerja.
Kegiatan kick off program turut menggandeng Bank BNI KC Tanjung Priok untuk pembukaan rekening dan aktivasi QRIS bagi sekitar 100 pelaku UMKM. Sementara BPJS Ketenagakerjaan dilibatkan untuk memberikan perlindungan keselamatan kerja kepada para pelaku usaha dan pekerjanya.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kota Bogor, Rahmat Hidayat, mengatakan sektor UMKM selama ini terbukti menjadi penopang ekonomi masyarakat, terutama saat menghadapi situasi krisis.
Menurutnya, keberadaan UMKM tidak bisa lagi dipandang sebagai sektor usaha kecil biasa, melainkan bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“UMKM ini penopang di masa krisis, jadi UMKM harus didukung,” ujar Rahmat Hidayat dalam sambutannya.
Perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Moch. Danny Fulton, S.Hut., M.Eng., M.Sc., yang menjabat Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil, juga menyoroti pentingnya membangun jejaring antar pelaku usaha.
Ia menyebut pelaku UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang baik, tetapi juga harus mampu memperluas relasi, memperkuat kolaborasi, serta membangun jaringan usaha yang sehat.
“Penting membangun network sesama UMKM dan juga dengan Allah, jangan lupa sedekah,” ujar Danny Fulton.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi para koordinator dan pendamping UMKM yang tetap aktif mendampingi pelaku usaha meski dengan keterbatasan fasilitas dan pendapatan.
Menurutnya, para pendamping memiliki peran besar dalam membantu UMKM berkembang melalui penguatan koneksi bisnis dan pendampingan langsung di lapangan.
“Para koordinator dan pendamping walaupun gajinya kecil tetapi mereka mau bekerja membangun UMKM karena bisa membangun jaringan juga. Di Kota Bogor ada Natali, Abu Ubaidah, dan Rosalina Anggraeni,” katanya.
Danny Fulton menilai para pelaku UMKM yang terpilih dalam program ini perlu memanfaatkan kesempatan pendampingan secara maksimal karena tidak semua pelaku usaha mendapatkan akses pembinaan langsung dari pemerintah.
“UMKM harus bangga gabung ke program ini karena didampingi untuk bertumbuh,” lanjutnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dalam sambutannya menekankan pentingnya kualitas dan higienitas produk UMKM, khususnya sektor makanan dan minuman.
Menurut Dedie, tren konsumsi masyarakat saat ini mulai bergeser ke produk yang lebih sehat, termasuk makanan rendah gula atau less sugar. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius para pelaku usaha kuliner.
Ia menilai meningkatnya kasus penyakit seperti diabetes dan jantung di Indonesia membuat masyarakat semakin selektif memilih produk makanan dan minuman.
Karena itu, Pemkot Bogor mendorong UMKM agar tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga memperhatikan standar kesehatan dan kualitas produk.
Dedie juga menegaskan pemerintah harus hadir membantu UMKM agar mampu berkembang lebih besar dan memiliki akses pasar lebih luas.
“Salah satu caranya dengan mendirikan sentra UMKM di setiap kota dan membantu UMKM untuk go international seperti ke Korea, Jepang, dan Thailand,” ujar Dedie A. Rachim.
Program pendampingan UMKM ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat daya saing pelaku usaha lokal di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin terbuka.
Hingga kini, informasi detail terkait waktu pelaksanaan dan lokasi kick off belum diumumkan secara resmi dalam rilis kegiatan. Namun program pendampingan UMKM Naik Kelas Kota Bogor 2026 diketahui berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026.
Editor: IJS










