Dari Angkot Tua hingga BisKita, Dedie-Jenal Benahi Wajah Transportasi Kota Bogor

Layanan BisKita dan Penataan Sistem Transportasi Menjadi Bagian Program Mobilitas Kota Bogor (Dok. Pemkot Bogor)
Layanan BisKita dan Penataan Sistem Transportasi Menjadi Bagian Program Mobilitas Kota Bogor (Dok. Pemkot Bogor)

Harnas.id, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di bawah kepemimpinan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin terus mengarahkan pembangunan kota pada penguatan sektor infrastruktur, transportasi, dan mobilitas. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sistem transportasi yang lebih aman, nyaman, dan terintegrasi.

Sejumlah program mulai dijalankan secara bertahap sebagai bagian dari penataan transportasi perkotaan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebijakan penertiban angkutan kota (angkot) yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun.

Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 8 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Perhubungan serta Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 11 Tahun 2026 tentang Rasionalisasi, Peremajaan, dan Penghapusan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek.

Melalui aturan tersebut, Pemkot Bogor mendorong proses peremajaan armada transportasi umum yang dinilai sudah tidak lagi memenuhi standar pelayanan dan keselamatan. Selain meningkatkan keamanan penumpang, langkah ini juga diarahkan untuk menghadirkan layanan transportasi yang lebih layak dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat perkotaan.

Penataan sektor transportasi juga dilakukan melalui pengoperasian kembali layanan BisKita Trans Pakuan. Setelah sempat berhenti beroperasi pada 2024, layanan transportasi massal tersebut kembali melayani masyarakat pada 2025 dengan dukungan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kembalinya BisKita menjadi salah satu upaya Pemkot Bogor dalam menjaga keberlangsungan transportasi publik berbasis angkutan massal. Kehadiran layanan ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus mendukung kelancaran mobilitas di dalam kota.

Selain fokus pada armada dan layanan transportasi, Pemkot Bogor juga mendorong pengembangan infrastruktur pendukung. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah revitalisasi Terminal Bubulak yang diproyeksikan menjadi simpul transportasi atau hub kawasan Bogor dan sekitarnya.

Revitalisasi terminal tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya antara Kota Bogor dengan kawasan penyangga di Jabodetabek. Dengan fungsi yang lebih optimal, Terminal Bubulak diharapkan mampu menjadi titik integrasi berbagai moda transportasi yang melayani kebutuhan masyarakat.

Upaya penataan transportasi yang dilakukan Pemkot Bogor tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan sistem mobilitas yang lebih tertata. Integrasi layanan, peningkatan kualitas armada, serta pengembangan fasilitas pendukung menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan kota.

Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Bogor berupaya menghadirkan sistem transportasi yang lebih modern, aman, dan mudah diakses. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun kota yang lebih nyaman bagi warga maupun pengguna transportasi yang datang dari wilayah sekitar.

Editor: IJS