IBI Kesatuan Bawa Mahasiswa ke Malaysia, Mobilitas Internasional Tak Lagi Sekadar Wacana

Suasana keberangkatan peserta International Student Mobility Program 2026 Program Pascasarjana IBI Kesatuan di bandara sebelum menuju Malaysia. Foto: Harnas.id
Suasana keberangkatan peserta International Student Mobility Program 2026 Program Pascasarjana IBI Kesatuan di bandara sebelum menuju Malaysia. Foto: Harnas.id

Harnas.id, CYBERJAYA – Program Pascasarjana IBI Kesatuan kembali memperluas jejaring internasional melalui penyelenggaraan International Student Mobility Program 2026 yang berlangsung di Faculty of Management, Multimedia University (MMU) Cyberjaya, Malaysia, pada 20–22 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi dalam membangun pendidikan tinggi berwawasan global sekaligus memperkuat internasionalisasi akademik di lingkungan perguruan tinggi.

Peserta International Student Mobility Program 2026 usai rangkaian kegiatan di Multimedia University Cyberjaya, Malaysia. Foto: Harnas.id
Peserta International Student Mobility Program 2026 usai rangkaian kegiatan di Multimedia University Cyberjaya, Malaysia. Foto: Harnas.id

Program internasional ini diikuti sebanyak 22 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Program Magister Manajemen serta Program Magister Akuntansi Program Pascasarjana IBI Kesatuan.

Selain menghadirkan pengalaman akademik lintas negara, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penguatan kerja sama strategis antarperguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu agenda utama dalam program tersebut adalah International Academic Sharing Session atau sesi berbagi akademik internasional. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk joint lecture yang menghadirkan dosen dari Faculty of Management Multimedia University Cyberjaya bersama Visiting Professor dari IBI Kesatuan.

Tema yang diangkat dalam sesi akademik tersebut yakni “Strategic Innovation in Business, Finance and Tourism for Global Competitiveness”. Topik ini membahas inovasi strategis di bidang bisnis, keuangan, dan pariwisata untuk menghadapi tantangan global sekaligus meningkatkan daya saing internasional.

Melalui forum tersebut, peserta mendapatkan perspektif baru mengenai perkembangan dunia bisnis dan industri global yang terus berubah seiring transformasi teknologi dan ekonomi digital.

Tak hanya berfokus pada kegiatan akademik, program ini juga menghadirkan International Community Service atau pengabdian masyarakat internasional. Dalam kegiatan tersebut, tim Program Pascasarjana IBI Kesatuan bersama Faculty of Management MMU melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM binaan MMU terkait penguatan bisnis berbasis digitalisasi.

Pendampingan tersebut diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan perkembangan teknologi.

Langkah ini dinilai menjadi bagian nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan kapasitas UMKM melalui pendekatan edukasi dan transformasi digital lintas negara.

Selain kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat, program ini juga ditandai dengan penandatanganan Strategic Partnership Agreement atau kesepakatan kerja sama strategis antaruniversitas.

Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan tridharma perguruan tinggi, mulai dari sektor pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara kedua institusi di masa mendatang.

Program Pascasarjana IBI Kesatuan menilai kerja sama strategis tersebut penting untuk memperluas mobilitas akademik internasional sekaligus menciptakan peluang pengembangan program bersama di tingkat global.

Pelaksanaan International Student Mobility Program 2026 juga disebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan IBI Kesatuan dalam memperkuat posisi institusi di tengah dinamika pendidikan tinggi global yang semakin kompetitif.

Melalui kegiatan internasional ini, IBI Kesatuan berharap mahasiswa dan dosen tidak hanya memperoleh pengalaman akademik lintas negara, tetapi juga membangun jejaring global yang dapat mendukung pengembangan kompetensi di masa depan.

Program tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana perguruan tinggi mulai mendorong model pendidikan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan adaptif terhadap tantangan global, terutama dalam bidang bisnis, keuangan, teknologi, dan transformasi digital.

Editor: IJS