
Harnas.id, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mencatatkan peningkatan posisi dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia. Berdasarkan hasil terbaru QS World University Rankings (QS WUR) 2027, kampus yang berbasis di Surabaya tersebut berhasil menempati peringkat ke-497 dunia.
Capaian ini menempatkan ITS di jajaran 500 perguruan tinggi terbaik dunia. Posisi tersebut sekaligus menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya saat ITS berada di peringkat ke-509.
Kenaikan peringkat ini tidak terlepas dari membaiknya sejumlah indikator penilaian yang digunakan QS WUR. Secara keseluruhan, skor ITS meningkat dari 31,9 menjadi 32,5.
Kepala Unit Reputasi Institusi Kantor Penjaminan Mutu (KPM) ITS, Sarah Cahyadini ST MT PhD, mengatakan peningkatan tersebut didorong oleh kinerja positif pada berbagai aspek, terutama yang berkaitan dengan internasionalisasi kampus.
Menurutnya, indikator-indikator yang berhubungan dengan keterlibatan mahasiswa dan tenaga pengajar internasional menjadi faktor penting yang mendorong kenaikan posisi ITS di tingkat global.
“Peningkatan skor keseluruhan QS WUR ITS naik menjadi 32,5 dari yang sebelumnya hanya 31,9,” ujar Sarah.
Sarah menjelaskan bahwa salah satu indikator yang mencatatkan hasil paling menonjol adalah International Students Ratio. Pada kategori ini, ITS memperoleh skor 18,2 yang disebut sebagai capaian tertinggi di Indonesia.
Hasil tersebut memperlihatkan semakin kuatnya daya tarik ITS di mata mahasiswa internasional. Berbagai program akademik jangka pendek atau short course dinilai memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan jumlah mahasiswa asing yang mengikuti kegiatan di kampus tersebut.
“Banyaknya program-program short course berkontribusi besar dalam pencapaian ini,” ungkap Sarah.
Ke depan, ITS akan terus memperluas strategi internasionalisasi dengan meningkatkan jumlah mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Surabaya.
Selain mahasiswa internasional, indikator International Faculty Ratio juga menunjukkan peningkatan signifikan. Skor pada kategori ini mencapai 84,2, menjadi salah satu indikator dengan kenaikan tertinggi dalam penilaian QS WUR 2027.
Menurut Sarah, capaian tersebut merupakan hasil dari kebijakan kampus yang aktif menghadirkan adjunct professoratau dosen dari luar negeri.
“Yakni dosen dari luar negeri yang aktif mengajar sekaligus melakukan kolaborasi riset bersama di lingkungan kampus ITS,” paparnya.
Selain aspek internasionalisasi, ITS juga mencatatkan perkembangan pada indikator reputasi akademik. Penilaian dari komunitas pendidikan tinggi global menunjukkan tren yang semakin positif.
Hal itu terlihat dari skor Academic Reputation yang meningkat menjadi 30,5 dibandingkan sebelumnya yang berada di angka 27,4.
Perkembangan serupa juga terlihat pada kualitas publikasi ilmiah. Indikator Citations per Faculty mengalami kenaikan dari 2,7 menjadi 2,9.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa hasil penelitian dan publikasi akademik yang dihasilkan sivitas akademika ITS semakin banyak mendapatkan perhatian serta rujukan dari komunitas ilmiah internasional.
ITS juga mencatatkan hasil positif pada indikator Sustainability. Dalam pemeringkatan terbaru, kampus ini memperoleh skor 55,4.
Pencapaian tersebut mencerminkan berbagai upaya yang dilakukan ITS dalam membangun lingkungan kampus yang berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, program keberlanjutan yang dijalankan juga mencakup sektor ekonomi dan sosial.
Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen ITS dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Khususnya pada tujuan keempat SDGs yang menitikberatkan pada penyediaan pendidikan berkualitas dan inklusif bagi seluruh masyarakat.
Melalui penguatan kerja sama internasional, peningkatan jumlah pengajar global, serta pengembangan ekosistem riset yang lebih kompetitif, ITS berupaya memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas sekaligus menyiapkan talenta unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Editor: IJS










