
Harnas.id, THE MANDALIKA – Suasana berbeda terasa di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (22/2/2026). Puluhan pengendara motor memadati lintasan balap kebanggaan Indonesia dalam kegiatan bertajuk NgabubuRide Ramadhan 2026.
Agenda ini menjadi ruang temu antara pengelola sirkuit dan komunitas roda dua lokal di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Konsepnya sederhana: riding bersama, silaturahmi, lalu ditutup dengan buka puasa bersama.
Sebanyak 22 unit motor dari komunitas Scoot Street Mandalika ambil bagian dengan total 26 peserta. Kemeriahan bertambah dengan kehadiran lima rider freestyle dan lima motor tambahan, sehingga total peserta mencapai 31 orang.
Sejak sore hari, atmosfer sirkuit sudah terasa hidup. Deru mesin berpadu dengan semangat peserta yang ingin merasakan langsung pengalaman berkendara di lintasan yang biasa digunakan ajang balap internasional.
Motorsport Activation Supervisor MGPA Roda 2, Joyce Maria atau Tejo, menjelaskan kegiatan ini memang dirancang untuk mendekatkan sirkuit dengan komunitas.
“Kami menyelenggarakan program bertajuk Ngabubu Ride, yaitu kegiatan riding bersama komunitas roda dua di Lombok yang kami rangkai dengan berbuka puasa bersama dan pertunjukan freestyle di Tikungan 10,” ujarnya.
Ia menegaskan, program ini bukan sekadar riding biasa. “Dengan program ini, kami ingin menghadirkan wadah silaturahmi antara sirkuit Mandalika dan komunitas roda dua di Lombok. Harapannya, hubungan ini bisa terus terjalin dan semakin kuat ke depannya,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan track experience mengelilingi trek. Peserta mendapat kesempatan menjajal aspal sirkuit yang selama ini identik dengan event kelas dunia, tentu dengan tetap mengedepankan ketertiban dan disiplin.
Perwakilan Scoot Street Mandalika, Fakih Zulhiya Anugrah, mengaku antusias bisa ikut ambil bagian.
“Kegiatan kami sore ini ingin riding mengelilingi sirkuit Mandalika, membuat konten video sinematik dan foto-foto. Tujuan kami ke sini ingin NgabubuRide sekaligus menjalin silaturahmi antara anggota dan juga staf sirkuit Mandalika,” ungkapnya.
Kemeriahan berlanjut di Tikungan 10, salah satu titik ikonik sirkuit. Lima rider freestyle menampilkan aksi wheelie, stoppie hingga manuver presisi yang disambut tepuk tangan peserta.
Adi Dempul dari komunitas PSL Stunt Bike Puyung menyebut partisipasi mereka membawa misi kebersamaan.
“Kegiatan sore ini ngabuburide bareng MGPA di sirkuit Mandalika. Tujuan kami untuk menyambung silaturahmi dengan teman-teman riding semuanya,” jelasnya.
Tak hanya riding dan freestyle, peserta juga diajak mengikuti sesi pengenalan program sirkuit di Royal Box. Pengelola memperkenalkan sejumlah agenda, termasuk peluang track day bagi komunitas roda dua.
“Kami mengajak komunitas roda dua di Lombok untuk datang selama bulan Ramadhan. Kita bisa buka puasa bersama, keliling trek, foto bersama, sekaligus mengenal program-program yang ada di sirkuit,” kata Tejo.
Menjelang azan Maghrib, seluruh peserta berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Suasana hangat terasa ketika komunitas dan manajemen duduk satu meja, berbagi cerita dan pengalaman.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menyampaikan apresiasi atas antusiasme komunitas lokal.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran komunitas roda dua Lombok di Mandalika. Sirkuit ini bukan hanya milik event internasional, tetapi juga milik masyarakat NTB, termasuk komunitas otomotif. Kami ingin Mandalika menjadi rumah bersama,” ujarnya.
Priandhi menegaskan, keterlibatan komunitas lokal menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sport tourism yang berkelanjutan di kawasan The Mandalika.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi komunitas untuk berkegiatan secara positif di sirkuit, baik melalui track day, gathering, maupun program seperti NgabubuRide ini. Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin setiap Ramadhan,” pungkasnya.
Kegiatan NgabubuRide Ramadhan 2026 menunjukkan bahwa sirkuit Mandalika tak hanya menjadi panggung balap internasional, tetapi juga ruang interaksi bagi komunitas otomotif lokal yang ingin tumbuh bersama.
Editor: IJS








