
Harnas.id, BOGOR – Kebakaran melanda kawasan pertokoan di Jalan Surya Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (25/10/2026) dini hari. Api yang berasal dari dalam sebuah rumah toko (ruko) dengan cepat menjalar ke bangunan di sebelahnya karena posisi bangunan yang saling berdempetan.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor bersama petugas dari Kabupaten Bogor dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Laporan kejadian diterima sekitar pukul 01.30 WIB, dan petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api telah membesar di dalam bangunan dan merambat ke area pertokoan di sekitarnya. Kondisi bangunan yang berdekatan, ditambah banyaknya material mudah terbakar, membuat upaya pengendalian api menjadi lebih sulit.
Sejumlah bangunan yang terdampak diketahui digunakan sebagai toko mainan, toko sepeda, dan toko alat tulis. Barang-barang di dalam toko tersebut membuat api cepat menyebar, sementara keterbatasan jalur evakuasi dan akses darurat menambah tantangan bagi petugas.
Untuk menjangkau titik api di bagian dalam bangunan, petugas harus menerobos melalui pintu depan hingga mencapai ruang tengah. Penanganan juga dilakukan dari ketinggian menggunakan mobil tangga pemadam kebakaran atau aerial ladder/turntable ladder, terutama untuk menjangkau bagian bangunan bertingkat.
Hingga pagi hari, proses pemadaman masih berlangsung. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bahkan berangkat dari kediamannya menggunakan sepeda motor untuk meninjau langsung lokasi kebakaran.
Di lokasi, Dedie memastikan keselamatan penghuni dan pemilik ruko serta petugas yang masih bekerja memadamkan api. Ia juga meninjau sejumlah titik yang berpotensi menyimpan bara dan kembali memicu kebakaran setelah api terlihat mereda dari luar bangunan.
Dedie menjelaskan, kondisi bagian luar bangunan mulai menunjukkan tanda-tanda padam. Namun, situasi berbeda terlihat di bagian dalam, terutama di ruang tengah hingga lorong yang mengarah ke bagian belakang ruko, tempat api masih menyala cukup besar.
“Iya dari posisi di belakang lorong itu petugas masih melakukan pemadaman, karena masih ada api. Isi bangunannya itu banyaknya adalah mainan, pakaian, terus ada kembang api, baju, dan lain-lain,” ujarnya.
Keberadaan berbagai barang yang mudah terbakar, termasuk kembang api, menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan. Petugas harus menyisir bagian dalam bangunan untuk memastikan titik api dapat dijangkau dan tidak menyisakan bagian yang berisiko kembali terbakar.
Hingga pukul 06.00 WIB, petugas masih melakukan pemadaman melalui penyisiran di dalam bangunan maupun dengan bantuan mobil tangga. Panjangnya area ruko membuat penanganan membutuhkan upaya lebih untuk menjangkau bagian tengah hingga belakang bangunan.
Dedie mengatakan, sejumlah kendaraan pemadam dari Kota dan Kabupaten Bogor telah dikerahkan sejak laporan diterima. Menurutnya, kondisi bangunan yang memanjang menjadi salah satu faktor yang menyulitkan petugas menjangkau seluruh titik kebakaran.
“Karena posisi bangunannya itu cukup panjang. Intervensinya agak susah, jadi posisi mulai tadi dari setengah dua subuh, mobil dari kabupaten ada empat, kota ada delapan, ditambah dengan rescue dan mobil tangga. Kabupaten juga ada mobil tangga juga. Kurang lebih total ada lima belasan kendaraan, tanpa rescue ada empat belasan kendaraan,” ujarnya.
Dalam penanganan tersebut, armada dari Kabupaten Bogor tercatat sebanyak empat unit, sedangkan Kota Bogor mengerahkan delapan unit. Dukungan kendaraan penyelamatan atau rescue serta mobil tangga turut digunakan untuk membantu proses pemadaman. Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang dikerahkan mencapai sekitar 15 unit, atau sekitar 14 unit jika kendaraan rescue tidak dihitung.
Akibat kejadian ini, satu unit ruko dilaporkan terbakar habis, sementara dua unit lainnya turut terdampak. Total terdapat tiga ruko yang terdampak kebakaran, yakni Sinar Harapan, Ruko Gloria, dan Ruko Setia Bakti.
Peristiwa ini kembali memperlihatkan tantangan penanganan kebakaran di kawasan pertokoan dengan bangunan yang berdempetan dan menyimpan beragam barang mudah terbakar. Akses darurat serta jalur evakuasi menjadi aspek penting untuk diperhatikan guna membantu mempercepat penanganan apabila kejadian serupa kembali terjadi.
Editor: IJS










