Dedie Rachim Bicara Energi hingga Pangan di IPB, Sebut Masa Depan Ada di Kampus

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim Menjadi Keynote Speaker Pekan Apresiasi IPB University (Dok. Pemkot Bogor)
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim Menjadi Keynote Speaker Pekan Apresiasi IPB University (Dok. Pemkot Bogor)

Harnas.id, BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyoroti peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan masa depan Indonesia, mulai dari pengembangan energi baru terbarukan hingga kemandirian pangan. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam Pekan Apresiasi IPB University di Gedung Graha Widya Wisuda, Sabtu (24/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Dedie menyampaikan apresiasi kepada IPB University yang dinilainya terus mencatatkan prestasi dan menjadi kebanggaan berbagai kalangan, khususnya masyarakat Kota Bogor. Ia berharap pencapaian tersebut dapat dipertahankan dan dilanjutkan oleh generasi mahasiswa berikutnya.

“Dan mudah-mudahan prestasi yang selalu ditorehkan ini akan terus diteruskan oleh mahasiswa-mahasiswi angkatan-angkatan berikutnya,” ujarnya.

Dedie juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap kiprah IPB University di tingkat nasional. Ia menyoroti dua rektor IPB University yang dalam kurun waktu relatif singkat memperoleh kesempatan bergabung dalam kabinet pemerintahan. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu gambaran kontribusi sumber daya manusia dari lingkungan perguruan tinggi terhadap pembangunan negara.

Di hadapan mahasiswa, Dedie turut membahas kondisi Indonesia yang tidak terlepas dari perubahan dan dinamika global. Ia menilai tantangan ke depan membutuhkan kesiapan dalam berbagai sektor, terutama pengembangan energi alternatif, inovasi teknologi, serta kemampuan menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Salah satu isu yang menjadi perhatiannya adalah peralihan dari penggunaan bahan bakar fosil menuju energi yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah, kata Dedie, terus mengupayakan pemanfaatan energi alternatif dan energi baru terbarukan yang berpotensi mendukung kegiatan ekonomi nasional.

“Hari ini pemerintah selalu mendorong penggunaan energi alternatif atau bahkan sampai kepada energi baru yang terbarukan yang mungkin bisa kemudian menggerakkan ekonomi nasional. Salah satunya adalah dorongan pemerintah untuk mengonversi atau mengubah kebiasaan kita menggunakan kendaraan atau bahan bakar fosil ke bahan bakar listrik atau baterai,” ungkapnya.

Menurut Dedie, perubahan sektor energi perlu berjalan beriringan dengan pengembangan inovasi yang mampu menjawab persoalan masa depan. Ia juga mengingatkan bahwa perubahan kondisi alam dan lingkungan menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian serta keterlibatan berbagai pihak. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan solusi yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

Selain energi dan lingkungan, ketahanan pangan menjadi isu lain yang disoroti dalam paparannya. Dedie menilai kemandirian pangan perlu dibangun melalui sistem yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pihak asing. Ia melihat IPB University memiliki peluang strategis untuk terlibat dalam upaya tersebut melalui keilmuan dan kapasitas yang dimiliki.

“Membangun sistem ketahanan di bidang pangan yang tentu nanti akan sangat erat kaitannya dengan IPB University, kemudian nanti akan berkoordinasi, berhubungan sangat erat dan juga strategis dengan IPB University. Jadi ini kesempatan yang sangat terbuka. Masa depan ada di IPB. Hari ini kita sudah mulai sedikit-sedikit mengurangi ketergantungan kita dengan pihak asing, dan dengan kemandirian ini diharapkan kita mempunyai sebuah peran strategis di kawasan, bukan hanya ASEAN, tetapi juga di tataran global,” ucapnya.

Dedie menilai, pengembangan sektor pangan dan energi bukan sekadar persoalan memenuhi kebutuhan saat ini. Kedua sektor tersebut juga berkaitan dengan kemampuan Indonesia menentukan arah pembangunan dan mengambil peran lebih besar dalam persaingan regional maupun global. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dinilai penting untuk menghasilkan terobosan yang sesuai dengan kebutuhan bangsa.

Pada bagian akhir paparannya, Dedie menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda sebagai penentu masa depan Indonesia. Ia mengapresiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IPB beserta panitia Pekan Apresiasi IPB University yang telah memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi.

“Dan hari ini saya melihat IPB sudah melakukannya, teman-teman dari BEM sudah melakukannya, panitia sudah melakukannya, dan saya harap tentu ke depan kita semua bisa melaksanakan langkah-langkah yang lebih strategis di bidang pembangunan sumber daya manusia yang nantinya tentu akan kita jadikan sebagai sumber daya manusia unggul Indonesia yang datangnya dari Bogor,” ujarnya.

Melalui Pekan Apresiasi IPB University, Dedie berharap penghargaan terhadap mahasiswa berprestasi dapat menjadi bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia. Ia menilai potensi yang tumbuh di lingkungan kampus perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi Kota Bogor maupun Indonesia.

Editor: IJS