Pemkot Bogor Gandeng Danone, UMKM Disiapkan Tampil di Damping Award

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menerima audiensi perwakilan Danone Indonesia di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Senin (14/9/2026). Foto: Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menerima audiensi perwakilan Danone Indonesia di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Senin (14/9/2026). Foto: Pemkot Bogor

Harnas.id, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membuka peluang kerja sama dengan Danone Indonesia untuk mengembangkan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Bogor. Rencana kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama perwakilan Danone Indonesia di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Senin (14/9/2026).

Dalam audiensi itu, Direktur Komunikasi Danone Indonesia Arief Mujahiddin memaparkan rencana pelaksanaan Damping Award. Program yang telah diinisiasi Danone bersama Kampus Bisnis Umar Usman sejak 2020 tersebut dirancang sebagai wadah apresiasi sekaligus pembinaan bagi pelaku UMKM.

Menurut Arief, Damping Award tidak sekadar memberikan penghargaan kepada pelaku usaha. Program ini juga menghadirkan tantangan bagi peserta untuk menunjukkan perkembangan bisnis setelah mengikuti proses pendampingan.

“Damping Award merupakan penghargaan bagi para pelaku UMKM di seluruh Indonesia yang mengikuti program pembinaan. Untuk UMKM Kota Bogor nanti ada penghargaan khusus, di mana Wali Kota Bogor akan menjadi salah satu dewan jurinya. Selain itu, Danone berkeinginan untuk berkolaborasi dan membantu program-program yang berkaitan dengan UMKM di Kota Bogor,” jelas Arief.

Arief menjelaskan, peserta Damping Award akan diminta mempresentasikan progres usaha yang telah dicapai selama mengikuti pembinaan. Presentasi tersebut menjadi bagian dari proses penilaian sebelum para peserta mengikuti tahapan kompetisi dan kurasi.

Dalam pelaksanaannya, peserta akan dinilai oleh dewan juri berdasarkan perkembangan dan kemampuan usaha yang mereka jalankan. Program ini terbuka bagi UMKM dari dua kelompok usaha, yakni sektor boga dan nonboga.

  • Sektor boga: Usaha yang bergerak di bidang makanan dan minuman atau kuliner.
  • Sektor nonboga: Usaha yang bergerak di luar bidang kuliner.

Tahapan program Damping Award telah dimulai sejak awal September 2026. Sementara itu, pemberian penghargaan direncanakan berlangsung pada November 2026.

Arief berharap program tersebut dapat membantu pelaku UMKM memperbaiki berbagai aspek usaha, tidak hanya mengejar peningkatan omzet. Menurutnya, kemampuan mengelola bisnis secara lebih terarah menjadi bagian penting agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Harapannya melalui kegiatan ini UMKM bisa naik kelas, bukan hanya dari sisi omzet, tetapi juga pengetahuan, manajemen, pengelolaan keuangan, dan kemampuan dalam membangun jejaring,” ujarnya.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyambut baik rencana kerja sama antara Pemkot Bogor dan Danone Indonesia. Ia menilai kolaborasi tersebut dapat mendukung program pemerintah daerah dalam membina serta mengembangkan UMKM di Kota Bogor.

Menurut Dedie, peluang kerja sama dengan pihak swasta dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pembinaan bagi pelaku usaha. Hal ini juga dinilai relevan dengan upaya pemerintah kota mengembangkan sektor perdagangan, usaha kecil, dan ekonomi kreatif.

Selain pengembangan UMKM secara umum, Dedie menyebut kolaborasi tersebut dapat dikaitkan dengan pembinaan pedagang kaki lima (PKL). Ia juga menghubungkannya dengan penguatan konsep Bogor sebagai City of Gastronomyatau Kota Gastronomi.

Konsep tersebut menempatkan kekayaan kuliner sebagai salah satu bagian dari identitas dan potensi ekonomi Kota Bogor. Karena itu, pengembangan pelaku usaha kuliner menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung arah pengembangan kota tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Dedie meminta Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Dinkukmdagin) Kota Bogor memberikan motivasi kepada pelaku UMKM agar berpartisipasi dalam program Damping Award.

Ia menilai kesempatan mengikuti program pembinaan dan penghargaan dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengukur perkembangan bisnis masing-masing. Selain itu, kegiatan tersebut membuka peluang bagi UMKM Kota Bogor untuk bertemu dengan pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Dedie, jejaring antarpelaku usaha dapat menjadi modal penting dalam mengembangkan bisnis. Pertemuan dengan UMKM dari kota lain juga berpotensi memperluas wawasan, pertukaran pengalaman, dan peluang kerja sama.

Melalui kolaborasi ini, Pemkot Bogor berharap semakin banyak pelaku UMKM memperoleh akses terhadap pengetahuan usaha, pengelolaan keuangan, manajemen, serta jaringan bisnis yang dapat mendukung perkembangan usaha mereka.

Editor: IJS