Ilustrasi vaksinasi terhadap manusia | PIXABAY

HARNAS.ID – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mewadahi vaksinasi COVID-19 untuk pekerja seni dan pelaku ekonomi kreatif. Tujuannya guna menjamin bahwa sektor pariwisata aman dari virus corona.

Staf Ahli Manajemen Krisis Kemenparekraf Henky Manurung menyebut, sedikitnya 60 ribu pekerja seni dan hampir 50 ribu lebih pekerja ekonomi kreatif yang terdata untuk menerima vaksin COVID-19. Pemerintah sudah menginformasikan dan mengondisikan agar Dinas Pariwisata mensuplai data peserta.

“Harapannya, nanti jadi data kita bersama,” kata Henky dalam diskusi daring ‘Gerak Aktif Pemerintah Vaksinasi Pekerja Kreatif’, Selasa (20/4/2021).

Tingginya minat pelaku usaha ekonomi kreatif untuk vaksinasi dinilai suatu pertanda positif. Menurut Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi, vaksinasi bagi pekerja seni tersebut bisa dilakukan lewat beberapa jalur. 

Pertama melalui asosiasi profesi pekerja seni. Kedua melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang nantinya akan dijadwalkan Dinas Kesehatan setempat. Pekerja seni, ujar dia, memang didorong melakukan vaksinasi di sentra-sentra besar seperti di Istora.

“Dengan begitu fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas fokus melayani vaksinasi lansia,” ujar Siti.

Menurut Siti, para pekerja seni sudah termasuk dalam penghitungan 17 juta pekerja publik yang menjadi sasaran vaksinasi tahap kedua. Dia berharap program ini tidak mengganggu pelaksanaan vaksinasi bagi golongan lansia.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Bio Farma Bambang Heriyanto menyebut, ketersediaan vaksin untuk mencapai herd immunity, mencapai 426 juta dosis. Belum lama ini sudah datang kembali Sinovac dalam bentuk bulk sebanyak 6 juta dosis.

“Totalnya kini ada 59,5 juta dosis. Angka itu komitmen 140 juta dosis vaksin dari Sinovac,” tuturnya.

Dengan kedatangan vaksin tersebut, suplai dari Bio Farma bisa mencukupi untuk melaksanakan vaksinasi tahap kedua ini. Pihaknya juga sudah mendistribusikan 20 juta dosis ke seluruh Indonesia. Sejauh ini angka vaksinasi mencapai 17 juta dosis. 

“Kami masih ada stok sebanyak 15 juta dosis lagi yang menunggu slot rilis dari Badan POM,” ujarnya.

Editor: Ridwan Maulana

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini