Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati Kuding | ANTARA FILES

HARNAS.ID – Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Ferdy Sambo diduga sebagai pihak yang memerintah anak buahnya menembak Brigadir J hingga tewas di rumah pribadinya.

Berdasarkan penelusuran, Ferdy Sambo tak patuh dalam menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). LHKPN Ferdy Sambo tak ada saat dilihat dalam situs elhkpn.kpk.go.id.

Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding menyebut Ferdy Sambo sudah menyampaikan LHKPN, tetapi tidak lengkap. 

“KPK telah menerima LHKPN atas nama yang bersangkutan untuk tahun pelaporan 2021. Namun, ada kelengkapan dokumen yang masih harus dilengkapi. Sehingga belum dapat dipublikasikan di situs e-LHKPN,” ujar Ipi dalam keterangannya, Rabu (10/8/2022). 

Ipi tak menjelaskan apakah Ferdy Sambo pernah melaporkan hartanya sebelum tahun 2021 atau tidak. Namun yang jelas tak ada rincian harta kekayaan Ferdy di tahun-tahun sebelumnya. 

Ferdy Sambo diketahui merupakan lulusan Akpol 1994. Sebelum menjabat Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dipercaya sebagai Dirtipidum Bareskrim Polri. 

Ferdy Sambo juga pernah menjabat Kapolres Purbalingga pada 2012. Kemudian Kapolres Brebes pada 2013 hingga akhirnya pada 2015 menjadi Wadirreskrimum Polda Metro Jaya. Di tahun berikutnya diangkat menjadi Kasubdit III dan IV Dittipidum Bareskrim Polri. 

Di 2018 diangkat menjadi Koorspripim Polri, hingga kemudian tahun berikutnya menjadi Dirtipidum Bareskrim Polri, hingga menjadi Kadiv Propam Polri pada tahun 2020.

Editor: Ridwan Maulana