
Harnas.id, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Hochschule Wismar (HSW), Jerman. Kerja sama ini difokuskan pada program magister gelar ganda Departemen Teknik Transportasi Laut (Transla).
Penandatanganan berlangsung di Gedung Rektorat ITS, Rabu (25/2/2026). Program ini membuka skema studi lintas negara bagi mahasiswa yang ingin memperdalam kompetensi di sektor kemaritiman.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menyampaikan bahwa hubungan kedua institusi bukan hal baru. Sebelumnya, ITS dan HSW telah menjalankan program gelar ganda sarjana dan magister di Departemen Teknik Sistem Perkapalan.
“Kerja sama ini telah berhasil menghasilkan lulusan internasional yang kompeten dan profesional dalam bidang ini,” ujar Bambang.
Menurutnya, kesepakatan terbaru ini bukan sekadar dokumen formal. Kolaborasi yang telah terbangun selama ini menjadi fondasi kepercayaan untuk memperkuat kontribusi di sektor industri maritim global.
“Harapannya hal ini dapat bermanfaat untuk masing-masing institusi dan negara, serta komunitas maritim dunia,” kata Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut.
Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menilai program pertukaran dalam skema gelar ganda ini memberi nilai tambah nyata bagi mahasiswa. Selain mendapatkan dua pengakuan akademik, mahasiswa juga memperoleh pengalaman internasional yang memperluas perspektif.
“Program ini bukan sekadar untuk mendapatkan gelar, tetapi juga agar menghasilkan lulusan yang dapat kembali dan berkontribusi di negaranya,” tegasnya.
Dari pihak HSW, Prof Dr Marianne Schmolke melihat peluang kolaborasi riset yang lebih luas bersama ITS. Ia menekankan pentingnya pendidikan tinggi yang mampu menjawab tantangan global, khususnya di sektor transportasi dan kemaritiman.
“Saya rasa kita dapat saling belajar dalam menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Kerja sama ini sekaligus mencerminkan komitmen ITS terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. Program pendidikan internasional dinilai sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama pada aspek pendidikan berkualitas dan kemitraan global.
Dengan penguatan program magister gelar ganda ini, ITS berharap mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap dinamika industri maritim dunia. Kolaborasi lintas negara dinilai menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan sektor transportasi laut yang semakin kompleks.
Editor: IJS










