ITS Kebanjiran Peminat, Teknik Informatika hingga Teknik Elektro Jadi Rebutan di Jalur SNBT 2026

Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi Direktorat Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana ITS Nani Kurniati ST MT PhD memaparkan grafik tingkat keketatan program studi di ITS pada jalur SNBT 2026. Foto: Humas ITS
Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi Direktorat Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana ITS Nani Kurniati ST MT PhD memaparkan grafik tingkat keketatan program studi di ITS pada jalur SNBT 2026. Foto: Humas ITS

Harnas.id, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi menerima sebanyak 2.468 calon mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pengumuman hasil seleksi dilakukan serentak secara daring oleh Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3), Senin (25/5/2026) pukul 15.00 WIB.

Tingginya minat peserta terhadap Kampus Pahlawan kembali terlihat pada pelaksanaan SNBT tahun ini. Berdasarkan data ITS, sebanyak 32.254 peserta tercatat mendaftar di jalur SNBT 2026, dengan total 41.092 peminatan untuk berbagai program studi yang tersedia di ITS.

Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi Direktorat Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana ITS, Nani Kurniati ST MT PhD, menjelaskan bahwa kuota jalur SNBT tahun ini hanya tersedia untuk 2.468 kursi. Dengan jumlah peminat yang tinggi, tingkat keketatan rata-rata di ITS mencapai 7,42 persen.

“Dari total pendaftar tersebut, tingkat keketatan rata-rata di ITS sebesar 7,42 persen,” ujar Nani.

Ia mengungkapkan, ITS menjadi pilihan pertama bagi sekitar 46,5 persen peserta SNBT, sementara 33 persen lainnya menempatkan ITS sebagai pilihan kedua. Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai kampus dan perkembangan reputasi ITS ikut mendorong meningkatnya minat calon mahasiswa dari berbagai daerah.

“Terdapat peningkatan animo karena informasi mengenai ITS sudah semakin terbuka luas di masyarakat,” terangnya.

Pada pelaksanaan SNBT 2026, Program Studi D4 Teknik Sipil, S1 Teknik Elektro, dan S1 Teknik Informatika tercatat menjadi program studi dengan jumlah peminat tertinggi. Ketiga program tersebut dinilai semakin diminati karena dinilai relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi saat ini.

Nani menyebut tren kebangkitan energi nasional dan kebutuhan tenaga kerja di bidang teknologi turut mempengaruhi meningkatnya jumlah pendaftar pada sejumlah program studi teknik dan teknologi.

Selain jalur SNBT, ITS juga menyiapkan berbagai dukungan pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa baru. Sejumlah program beasiswa yang tersedia di antaranya Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), beasiswa Ikatan Alumni ITS, Dana Abadi ITS, hingga berbagai bantuan pendidikan lainnya.

Kuota jalur SNBT sendiri mencapai sekitar 35 persen dari total penerimaan mahasiswa baru ITS tahun 2026. ITS juga masih membuka beberapa jalur seleksi lain bagi calon mahasiswa yang belum lolos melalui SNBT.

“Masih ada jalur SMITS ACE yang pendaftarannya dibuka hingga 24 Juni dan IUP hingga 8 Juli,” kata Nani.

ITS mengimbau calon mahasiswa yang telah dinyatakan lolos agar segera mengikuti tahapan daftar ulang sesuai jadwal. Pengisian data daftar ulang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 10 Juni 2026, sementara pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dilaksanakan pada 3 sampai 15 Juni 2026.

Adapun kegiatan awal mahasiswa baru dijadwalkan dimulai pada 6 Juli 2026, sedangkan perkuliahan perdana akan dimulai pada 31 Agustus 2026 mendatang.

Nani berharap para mahasiswa baru yang diterima dapat memanfaatkan ekosistem pendidikan dan inovasi yang dimiliki ITS untuk berkembang secara akademik maupun non-akademik.

“ITS adalah kampus dengan ekosistem inovasi yang banyak, sehingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tetapi juga pengalaman dan keterampilan,” tutupnya.

ITS juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan pendidikan berkualitas sebagaimana target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin keempat tentang Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan fasilitas pendidikan dan pengembangan inovasi yang berkelanjutan.

Editor: IJS