Haedar Nashir Kenang Try Sutrisno: Negarawan yang Tak Berhenti Memikirkan Indonesia

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sampaikan Duka atas Wafatnya Try Sutrisno. Image: Web Resmi Muhammadiyah
Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sampaikan Duka atas Wafatnya Try Sutrisno. Image: Web Resmi Muhammadiyah

Harnas.id, YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Wakil Presiden RI ke-6, Try Sutrisno, pada Senin (2/3/26).

Haedar menilai almarhum sebagai figur yang konsisten memikirkan kepentingan bangsa, bahkan setelah tidak lagi menjabat dalam struktur pemerintahan. Dalam pandangannya, Try merupakan sosok negarawan yang daya juangnya tidak berhenti pada masa jabatan formal.

“Beliau adalah tokoh yang memiliki daya juang tinggi dalam hal kebangsaan dan kenegaraan. Bahkan ketika ada masalah serius tentang Indonesia, setelah purna tugas, beliau tidak segan datang menemui saya di Kantor PP Muhammadiyah di Menteng, Jakarta, untuk mendiskusikannya,” ujar Haedar.

Menurutnya, komitmen Try terhadap persoalan nasional tercermin dari sikap terbuka untuk berdialog dan bertukar pikiran. Pertemuan-pertemuan itu menunjukkan bahwa tanggung jawab moral sebagai tokoh bangsa tetap melekat, meski tidak lagi memegang kekuasaan.

Haedar menilai sikap tersebut penting dicatat sebagai bagian dari keteladanan publik. Dalam konteks kehidupan berbangsa yang semakin kompleks, figur dengan integritas dan kepedulian jangka panjang dinilai semakin dibutuhkan.

Ia juga menekankan pentingnya generasi muda mengambil pelajaran dari jejak almarhum. Jiwa kebangsaan, ketulusan, serta komitmen terhadap keutuhan negara disebut sebagai nilai yang relevan untuk menjawab tantangan zaman.

“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Selamat menemui ke haribaan Allah Swt., semoga husnul khatimah dan menjadi ahlul jannah,” tutup Haedar.

Wafatnya Try Sutrisno menambah daftar tokoh nasional yang meninggalkan warisan pemikiran kebangsaan. Di tengah dinamika politik dan sosial yang terus bergerak, refleksi atas peran negarawan senior seperti dirinya menjadi bagian penting dalam menjaga arah perjalanan Indonesia.

Editor: IJS