
Harnas.id, JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan alat bantu pendengaran kepada anak penyandang disabilitas rungu dan wicara dari keluarga prasejahtera di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Bantuan ini menjadi bagian dari distribusi dana zakat yang difokuskan pada kelompok rentan dengan keterbatasan akses layanan kesehatan dan pendidikan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan wujud keberpihakan lembaga terhadap mustahik, khususnya penyandang disabilitas dari keluarga kurang mampu.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan keberpihakan BAZNAS terhadap kaum rentan, seperti penyandang disabilitas. Zakat yang para muzaki salurkan kepada BAZNAS kami optimalkan untuk membantu para mustahik, salah satunya dengan menyalurkan alat bantu pendengaran bagi anak dari keluarga prasejahtera,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, gangguan pendengaran sering menjadi hambatan serius dalam aktivitas sehari-hari, termasuk proses belajar di sekolah. Kondisi tersebut berpotensi mempersempit kesempatan pendidikan dan pada akhirnya berdampak pada kondisi sosial-ekonomi keluarga.
“Kami memahami gangguan pendengaran seringkali menjadi hambatan besar dalam aktivitas sehari-hari, pendidikan dan kesempatan lainnya, yang pada akhirnya dapat memperburuk keadaan ekonomi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, BAZNAS memberikan alat bantu dengar kepada Amirah, pelajar sekolah menengah pertama yang tinggal bersama ibunya di rumah kos kawasan Tebet Dalam. Sejak kecil, Amirah mengalami gangguan pendengaran yang memengaruhi kemampuan komunikasi dan interaksi sosialnya.
Akses terhadap alat bantu dengar yang layak, lanjut Saidah, masih menjadi tantangan bagi banyak keluarga prasejahtera karena harga perangkat tersebut relatif tinggi. Kondisi ekonomi keluarga Amirah membuat kebutuhan itu belum dapat terpenuhi secara mandiri.
“Ibu Amirah kesehariannya hanya bekerja sebagai penjaga sekaligus yang membersihkan rumah kos itu. Penghasilannya pun sangat minim dibandingkan dengan beban biaya hidup di sebuah kota besar,” ujar Saidah.
Keterbatasan tersebut berdampak langsung pada proses belajar Amirah di sekolah. Ia kerap kesulitan mengikuti pelajaran di kelas dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.
“Alhamdulillah, melalui pemasangan alat bantu dengar yang baru ini, Amirah kini dapat mendengar suara dengan lebih jelas. Ia menjadi lebih responsif terhadap suara di sekitarnya dan lebih terbantu saat belajar di sekolah,” kata Saidah.
BAZNAS menegaskan akan terus memperluas program bantuan bagi penyandang disabilitas di berbagai daerah. Tidak hanya menyasar aspek kesehatan, lembaga ini juga menempatkan peningkatan kualitas pendidikan dan kepercayaan diri penerima manfaat sebagai bagian dari tujuan jangka panjang.
“Kami akan terus memastikan setiap anak Indonesia, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Editor: IJS








