
Harnas.id, KUBU RAYA – Operasi pencarian helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, terus diperluas. Kodam XII/Tanjungpura mengerahkan total 209 personel untuk mendukung proses pencarian di kawasan hutan yang dikenal memiliki medan berat.
Helikopter tersebut dilaporkan hilang kontak pada Kamis (16/4/2026) dan diduga jatuh di area hutan Sekadau. Sejak laporan diterima, operasi gabungan SAR langsung digerakkan dengan melibatkan unsur TNI, Basarnas, dan unsur terkait lainnya.
Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, melalui Asops Kasdam XII/Tpr Kolonel Inf Ahmad Daud Harahap, menegaskan bahwa TNI AD telah mengerahkan kekuatan penuh dalam misi pencarian tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap operasi kemanusiaan.
“Atas perintah Pangdam XII/Tpr serta dari hasil briefing bersama Tim SAR gabungan, saat ini sudah diarahkan kepada jajaran untuk membantu pelaksanaan SAR ini,” ujar Kolonel Inf Ahmad Daud Harahap dalam konferensi pers di Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak.
Ia menjelaskan, operasi pencarian difokuskan di wilayah teritorial Korem 121/Alambhana Wanawai yang dipimpin langsung Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi. Satuan yang diterjunkan berasal dari berbagai unsur, termasuk Kodim 1204/Sintang, Yonif TP 833/BD, dan Yonif 642/Kps.
“Pada saat ini sudah dilaksanakan perbantuan SAR dengan pimpinan langsung Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Purnomosidi, sebanyak 209 orang terdiri dari Kodim 1204/Sgu, Yonif TP 833/BD dan Yonif 642/Kps untuk membantu pelaksanaan pencarian,” lanjutnya.
Ia menambahkan, tim di lapangan telah berada pada titik-titik strategis yang diperkirakan dekat dengan lokasi hilangnya helikopter. Harapannya, pencarian dapat segera membuahkan hasil di tengah kondisi medan yang sulit dijangkau.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil setelah tim dari Yonif 833/BD yang dipimpin Mayor Inf Ikhwan berhasil menemukan titik jatuh helikopter di kawasan hutan dengan akses terbatas.
Meski lokasi telah ditemukan, proses evakuasi belum dapat dilakukan secara langsung. Kondisi cuaca yang tidak stabil serta medan berat menjadi kendala utama di lapangan.
Rencananya, proses evakuasi kru dan badan helikopter akan dilakukan pada Jumat pagi (17/4/2026). Saat ini, personel TNI dan tim gabungan masih melakukan pengamanan lokasi untuk memastikan area tetap steril hingga tahap evakuasi dimulai.
Editor: IJS










