
Harnas.id, JAKARTA – Memasuki usia ke-31 tahun, Telkomsel menegaskan posisinya sebagai salah satu penggerak utama ekosistem digital nasional melalui penguatan layanan broadband, integrasi teknologi berbasis artificial intelligence (AI), hingga peningkatan pengalaman pelanggan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin dinamis, Telkomsel mengklaim mampu menjaga momentum pertumbuhan bisnis sepanjang 2025 dengan strategi layanan yang lebih terukur dan fokus pada kualitas pengalaman pelanggan.
Perusahaan mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 14,7 persen secara kuartalan atau quarter on quarter (QoQ). Sementara EBITDA juga meningkat 5,4 persen QoQ yang menunjukkan tren pemulihan kinerja perusahaan terus bergerak positif pada paruh kedua 2025.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan tahun 2025 menjadi fase penting bagi perusahaan dalam membangun pertumbuhan bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan di tengah perubahan perilaku pelanggan dan transformasi digital nasional.
“Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Telkomsel dalam memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. Di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan, Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Nugroho dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).
Sepanjang tahun 2025, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp109,3 triliun dengan laba bersih mencapai Rp19,7 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh dominasi layanan digital yang kini menyumbang lebih dari 95 persen pendapatan mobile perusahaan.
Selain itu, trafik data Telkomsel juga tumbuh 15 persen secara tahunan. Kondisi ini memperlihatkan kebutuhan layanan digital masyarakat yang terus meningkat seiring aktivitas berbasis internet dan mobile yang semakin masif.
Di sisi pelanggan, Telkomsel kini memiliki basis pelanggan terkonsolidasi sebanyak 156,1 juta pengguna. Sementara Average Revenue Per User (ARPU) meningkat menjadi Rp45 ribu pada akhir 2025, yang menunjukkan produktivitas layanan pelanggan semakin baik.
Telkomsel juga terus memperluas layanan konvergensi digital dan fixed broadband. Hingga akhir tahun, penetrasi layanan konvergensi tercatat mencapai sekitar 59 persen, sementara jumlah pelanggan fixed broadband telah menembus lebih dari 10 juta pelanggan.
Menurut Nugroho, transformasi layanan tidak hanya fokus pada konektivitas, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem digital yang semakin terintegrasi dan relevan dengan gaya hidup masyarakat.
“Pertumbuhan industri telekomunikasi ke depan tidak lagi hanya ditentukan oleh skala, tetapi oleh kemampuan menghadirkan layanan yang bernilai, pengalaman yang konsisten, serta keberlanjutan bisnis yang mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi pelanggan dan ekosistem digital nasional,” katanya.
Dalam pengembangan layanan, Telkomsel mulai memperluas pemanfaatan AI untuk mendukung customer experience hingga optimalisasi layanan digital di aplikasi MyTelkomsel. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan menghadirkan pengalaman layanan yang lebih seamless dan personal bagi pelanggan.
Tak hanya dari sisi bisnis, Telkomsel juga menyoroti dampak sosial dari pengembangan ekosistem digital yang dilakukan perusahaan. Salah satunya melalui pemberdayaan UMKM yang diklaim mampu meningkatkan omzet rata-rata hingga 32 persen lewat pemanfaatan layanan digital.
Selain itu, Telkomsel menyebut telah mendukung penciptaan lebih dari 685 ribu lapangan kerja dalam ekosistem digital nasional. Perusahaan juga menjalankan berbagai program pengembangan talenta digital seperti NextDev dan edukasi teknologi di berbagai daerah.
Pemerataan akses digital juga terus dilakukan, termasuk melalui dukungan infrastruktur BTS USO di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.
Dari sisi infrastruktur jaringan, Telkomsel kini memiliki lebih dari 293 ribu BTS on-air di berbagai wilayah Indonesia. Penguatan jaringan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas konektivitas dan mendukung percepatan transformasi digital nasional.
Sepanjang 2025, Telkomsel juga meraih sejumlah penghargaan nasional dan internasional. Di antaranya penghargaan kualitas jaringan dari Ookla Speedtest Awards™, Global GTI Awards untuk inovasi teknologi jaringan, hingga penghargaan internasional terkait pemanfaatan AI pada layanan pelanggan.
Perusahaan menilai berbagai pengakuan tersebut menjadi indikator bahwa strategi transformasi digital yang dijalankan mulai menunjukkan hasil positif di tengah perubahan kebutuhan pelanggan yang semakin cepat.
“Karena itu, Telkomsel akan terus memperkuat perannya sebagai digital ecosystem enabler melalui pengembangan konektivitas broadband, layanan digital terintegrasi, serta pemanfaatan teknologi berbasis AI untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang semakin seamless, relevan, dan bernilai,” tutup Nugroho.
Editor: IJS










