
Harnas.id, JAKARTA – Respons cepat dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyusul kebakaran yang melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Haji Ung atau Pasar Jiung, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Sejak fase awal penanganan darurat, BAZNAS langsung mengerahkan sejumlah unsur bantuan kemanusiaan ke lokasi kejadian. Tim yang diterjunkan meliputi BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Rumah Sehat BAZNAS (RSB), Tim Kemanusiaan, serta layanan Dapur Umum guna membantu warga yang terdampak musibah.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi, memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, sekaligus memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang harus meninggalkan tempat tinggal mereka akibat kebakaran.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan bantuan mulai digulirkan sejak pagi hari setelah peristiwa kebakaran terjadi.
“Telah terjadi kebakaran besar, kami (BAZNAS) langsung kirimkan tim untuk segera membantu masyarakat terdampak. Kami juga sangat berduka, karena salah satu korbannya Mbak Risma yang merupakan barista ZCoffee binaan BAZNAS,” ujar Idy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurut Idy, fokus utama tim BTB di lapangan adalah membantu penanganan awal yang dibutuhkan warga. Selain mendukung proses evakuasi, tim juga melakukan asesmen untuk memetakan kebutuhan korban serta memastikan bantuan dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran.
Di saat yang sama, layanan kesehatan turut menjadi prioritas dalam penanganan darurat. Tim Rumah Sehat BAZNAS diterjunkan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan pascakebakaran.
“Tim Rumah Sehat BAZNAS juga hadir memberikan layanan kesehatan dan pengobatan bagi warga terdampak. Pada saat yang sama, bantuan makan siap saji juga kami siagakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama masa darurat,” ujar Idy.
Kehadiran layanan medis dinilai penting mengingat kebakaran tidak hanya menyebabkan kehilangan tempat tinggal, tetapi juga berpotensi memunculkan berbagai masalah kesehatan. Anak-anak, lansia, serta warga yang terpapar asap dan mengalami kelelahan menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus selama masa tanggap darurat.
Selain layanan kesehatan, kebutuhan pangan juga menjadi fokus penanganan. Melalui dapur umum yang disiagakan di lokasi, BAZNAS berupaya memastikan warga yang berada di pengungsian tetap mendapatkan makanan siap saji selama proses penanganan berlangsung.
Idy menegaskan, penanganan dampak kebakaran tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, BAZNAS akan terus berkoordinasi dan membangun sinergi dengan berbagai unsur pemerintah, relawan, maupun masyarakat untuk mempercepat proses pemulihan warga terdampak.
“Pastinya BAZNAS harus bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Dukungan bersama sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan kondisi warga yang terdampak musibah tersebut,” kata Idy.
Diketahui, kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di kawasan Jalan Haji Ung atau Pasar Jiung, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam.
Hingga Selasa (2/6/2026), proses penanganan serta pendataan korban masih terus dilakukan oleh instansi terkait. Sementara itu, warga yang terdampak kebakaran untuk sementara menempati lokasi pengungsian yang telah disiapkan sambil menunggu proses pemulihan dan bantuan lanjutan.
Editor: IJS










