
Harnas.id, JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan DPR RI memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan zakat melalui rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPR RI. Langkah ini disiapkan untuk memudahkan pegawai dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sekaligus meningkatkan penghimpunan dana umat yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Rencana tersebut mengemuka dalam audiensi antara jajaran BAZNAS RI dengan Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung, serta sejumlah pejabat dari kedua lembaga.
Selain membahas pembentukan UPZ, kedua pihak juga menyoroti rencana revitalisasi Masjid Amal Pancasila yang berada di lingkungan AKD DPR RI. Revitalisasi dinilai penting untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan pihaknya siap mendukung pengembangan Masjid Amal Pancasila apabila nantinya kembali beroperasi secara optimal. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat penguatan ekonomi umat.
“Jika masjid tersebut aktif, tentunya kami (BAZNAS) juga akan mendukung untuk memakmurkan sekaligus menumbuhkan ekonomi masjid tersebut melalui program-program strategis BAZNAS, seperti BAZNAS Microfinance Masjid dan ZCorner,” ujar Sodik.
Ia menjelaskan, pembentukan UPZ di lingkungan AKD DPR RI juga menjadi langkah strategis untuk memperluas akses layanan zakat bagi para pegawai. Dengan adanya UPZ, proses penghimpunan zakat, infak, dan sedekah dapat dilakukan secara lebih terstruktur, mudah, dan terintegrasi.
Menurutnya, optimalisasi penghimpunan dana ZIS sangat penting karena dapat memperbesar manfaat yang dirasakan masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi yang dijalankan BAZNAS.
Sementara itu, Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengungkapkan bahwa Masjid Amal Pancasila saat ini masih ditutup sementara akibat kondisi bangunan yang mengalami sejumlah kerusakan. Penutupan dilakukan demi menjaga keamanan serta kenyamanan jemaah selama proses pembenahan berlangsung.
Ia menjelaskan bahwa pengurus baru masjid saat ini tengah melakukan restrukturisasi kelembagaan sekaligus menyiapkan perbaikan fisik bangunan dan fasilitas penunjang lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi masjid secara optimal bagi masyarakat dan pegawai di lingkungan DPR RI.
“Padahal, antusiasme jemaah sangat tinggi dengan berbagai kegiatan umat hingga selalu penuh saat Salat Jumat,” ujar Ahmad Doli.
Karena itu, pihaknya berharap BAZNAS dapat ikut berkontribusi dalam mendukung proses revitalisasi sehingga aktivitas keagamaan dan pelayanan kepada umat dapat kembali berjalan dengan baik.
Ahmad Doli juga menyambut positif rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat di lingkungan AKD DPR RI. Menurutnya, keberadaan UPZ akan menjadi sarana yang efektif untuk menumbuhkan budaya berzakat sekaligus meningkatkan partisipasi pegawai dalam kegiatan filantropi Islam.
Selain memberikan kemudahan bagi pegawai dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, UPZ juga diharapkan mampu mendukung upaya penguatan penghimpunan dana sosial keagamaan yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai program kemaslahatan umat.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., Sekretaris Umum Fajar R. Zulkarnain, Ketua Bidang Aset dan Usaha Fatah Yasin, serta Sekretaris Eksekutif Heri Purwanto.
Editor: IJS










