Harnas.id, JAKARTA – Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya menyiapkan pengamanan untuk berbagai aktivitas masyarakat yang berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Kamis (27/8/2026). Apel kesiapan pelayanan masyarakat digelar sebagai bagian dari persiapan menghadapi sejumlah agenda yang berlangsung di berbagai titik.
Dalam keterangannya, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut terdapat 47 agenda masyarakat yang menjadi perhatian pengamanan pada hari tersebut. Rangkaian kegiatan itu mencakup aktivitas penyampaian pendapat di muka umum serta berbagai kegiatan masyarakat lainnya.
Sejumlah lokasi menjadi titik kegiatan penyampaian aspirasi, di antaranya Gedung DPR/MPR RI, Silang Selatan Monas atau kawasan seberang Gedung Danareksa, serta Taman Pandang Silang Monas.
Budi menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari hak warga negara. Karena itu, pengamanan diarahkan untuk menjaga agar ruang penyampaian aspirasi tetap tersedia tanpa mengabaikan ketertiban dan keamanan masyarakat.
“Menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Polri hadir untuk menjaga ruang demokrasi serta memastikan aspirasi dapat disampaikan secara aman, damai, tertib, dan bertanggung jawab,” ujar Kombes Budi Hermanto.
Selain agenda penyampaian pendapat, sejumlah kegiatan lain juga berlangsung pada waktu yang sama. Aktivitas tersebut mencakup olahraga, pameran, seni dan hiburan, kegiatan organisasi, hingga produksi perfilman yang tersebar di sejumlah wilayah.
Beberapa agenda masyarakat yang turut menjadi perhatian antara lain:
- Piala Soeratin U-15 di Klender.
- International Battery Summit 2026 di JIExpo Kemayoran.
- Kejuaraan Nasional Karatedo Gojukai di GOR Ciracas.
- APKASI Otonomi Expo 2026 di ICE BSD City.
- Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK 2.
Untuk kegiatan penyampaian pendapat di Gedung DPR/MPR RI, sebanyak 4.274 personel disiapkan. Personel lainnya ditempatkan di sejumlah lokasi untuk menyesuaikan kebutuhan pengamanan, pelayanan masyarakat, serta pengaturan lalu lintas.
Polda Metro Jaya menyatakan pola pengamanan akan mengutamakan komunikasi dengan peserta kegiatan. Pendekatan dialogis, persuasif, dan humanis diarahkan menjadi bagian dari pelaksanaan tugas personel di lapangan.
Sementara untuk lalu lintas, rekayasa akan diterapkan secara situasional. Kebijakan tersebut akan melihat perkembangan kegiatan dan kondisi aktual di lapangan, terutama apabila terjadi peningkatan kepadatan kendaraan maupun aktivitas masyarakat.
Polda Metro Jaya juga mengingatkan peserta penyampaian pendapat untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Peserta diminta mengikuti arahan petugas serta tetap menghormati hak masyarakat lain yang menggunakan fasilitas dan ruang publik.
Di sisi lain, masyarakat diminta tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. Polda Metro Jaya mengimbau warga tetap tenang dan mengutamakan informasi yang telah terverifikasi dalam menyikapi situasi di lapangan.
“Polri memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi sekaligus memastikan aktivitas publik tetap berjalan aman dan nyaman. Mari bersama-sama menjaga ruang demokrasi dengan tertib, damai, dan saling menghormati,” pungkasnya.
Dengan banyaknya agenda yang berlangsung secara bersamaan, pengaturan personel dan lalu lintas menjadi bagian penting dalam menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan. Polda Metro Jaya memastikan pelayanan dan pengamanan dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik setiap kegiatan di wilayah hukumnya.
Editor: IJS











