DPR Pilih Aida Budiman dan Solihin Juhro Jadi Petinggi BI Periode 2026-2031

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S. Budima. (Tangkapan layar YouTube Bank Indonesia.)
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S. Budima. (Tangkapan layar YouTube Bank Indonesia.)

Harnas.id, Jakarta – Komisi XI DPR RI menetapkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) dan Solihin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode 2026-2031. Keputusan tersebut diambil setelah keduanya menyelesaikan rangkaian uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test di Komisi XI DPR RI.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan, keputusan memilih Aida dan Solihin dilakukan melalui musyawarah internal anggota komisi. Hasil tersebut selanjutnya akan dibawa ke forum paripurna DPR RI untuk mendapatkan penetapan secara resmi.

“Ibu Aida Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia terpilih periode 2026-2031, dan Solihin M Juhro selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031,” kata Misbakhun dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Menurut Misbakhun, DPR menjadwalkan pengesahan kedua nama tersebut dalam rapat paripurna pada awal September. Dengan demikian, keputusan Komisi XI masih harus melewati tahapan kelembagaan sebelum penetapan akhir dilakukan.

“Nanti kita akan mengagendakan mereka ditetapkan di rapat paripurna tanggal 1 September 2026,” ujarnya.

Misbakhun menjelaskan, proses seleksi kedua calon tersebut bermula dari surat Presiden (Surpres) yang diterima DPR. Berdasarkan surat tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani menugaskan Komisi XI untuk menjalankan proses uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon Deputi Gubernur BI.

“Proses uji kepatutan dan kelayakan ini dilakukan berdasarkan surat Presiden (Surpres),” kata Misbakhun.

Ia menyebut Komisi XI telah menyelesaikan seluruh rangkaian fit and proper test terhadap kedua calon selama dua hari berturut-turut. Pelaksanaan berlangsung pada Rabu dan Kamis sesuai arahan Badan Musyawarah (Bamus) DPR.

“Berdasarkan arahan Bamus kita telah menyelesaikan dua hari berturut-turut hari Rabu dan Kamis,” tuturnya.

Profil Aida S. Budiman

Aida S. Budiman saat ini masih menjabat sebagai Deputi Gubernur BI. Masa jabatan tersebut berlangsung hingga 2027, sebelum namanya kembali dipilih untuk menduduki posisi Deputi Gubernur Senior BI periode 2026-2031.

Latar belakang pendidikan Aida dimulai dari Institut Pertanian Bogor (IPB University). Ia menyelesaikan pendidikan S1 Sosial-Ekonomi Pertanian Agribisnis pada 1987.

Setelah itu, Aida melanjutkan pendidikan ke University of Southern California. Ia memperoleh gelar Master bidang Ekonomi pada 1996.

Pendidikan Aida kemudian berlanjut ke Claremont Graduate University. Pada 2001, ia menyelesaikan pendidikan doktoral dan memperoleh gelar PhD bidang Ekonomi.

Sebelum dipercaya menjadi Deputi Gubernur BI, Aida pernah menduduki posisi Asisten Gubernur pada periode 2020-2022. Dalam posisi tersebut, ia membawahi Kebijakan Strategis Sektor Moneter, Bauran Kebijakan Bank Indonesia, serta sinergi dengan bauran kebijakan nasional.

Profil Solihin M. Juhro

Sementara itu, Solihin M. Juhro menjadi calon terpilih untuk posisi Deputi Gubernur BI periode 2026-2031. Ia memiliki latar belakang panjang di bidang ekonomi dan telah berkarier di Bank Indonesia sejak 1994.

Solihin menyelesaikan pendidikan di Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga pada 1986. Ia kemudian mengambil pendidikan magister di University of Michigan dengan konsentrasi Economics dan lulus pada 1998.

Pendidikan akademiknya dilanjutkan di Universitas Indonesia. Solihin memperoleh gelar doktor bidang Economics Monetary pada 2005.

Sebelum berkarier di Bank Indonesia, Solihin sempat menjadi staf pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Surabaya. Ia kemudian bergabung dengan BI pada 20 September 1994.

Dalam struktur BI saat ini, Solihin menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial. Posisi tersebut mulai diembannya sejak 16 Juni 2023.

Pemilihan Aida dan Solihin berlangsung ketika kebijakan moneter dan makroprudensial BI menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. Setelah melalui tahapan di Komisi XI, keduanya kini tinggal menunggu proses penetapan dalam rapat paripurna DPR pada 1 September 2026.

Editor: IJS