Tak Cuma Dididik Jadi Polisi, Siswa SPN Polda Metro Jaya Diajarkan Peduli Warga

Siswa SPN Polda Metro Jaya Membagikan Bantuan Sembako kepada Warga dalam Kegiatan Jumat Berkah
Siswa SPN Polda Metro Jaya Membagikan Bantuan Sembako kepada Warga dalam Kegiatan Jumat Berkah

Harnas.id, BOGOR — Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya menggelar bakti sosial dan pelayanan kesehatan gratis bagi warga kurang mampu di sekitar lingkungan SPN, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter para siswa kepolisian.

Melalui kegiatan bertajuk “Jumat Berkah”, para siswa diajak berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus memahami kebutuhan warga di lingkungan sekitar. Pendekatan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengenalkan nilai kepedulian sosial sebelum para siswa menjalankan tugas sebagai anggota Polri di lapangan.

Dalam kegiatan itu, siswa SPN membagikan paket sembako kepada 10 kepala keluarga (KK). Penyaluran dilakukan dengan didampingi pengurus RW setempat agar bantuan dapat diberikan kepada warga yang membutuhkan.

Pelayanan tidak berhenti pada pembagian sembako. Tim medis dari Poliklinik SPN Polda Metro Jaya juga diterjunkan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan secara gratis kepada masyarakat di sekitar lingkungan sekolah kepolisian tersebut.

Kepala SPN Polda Metro Jaya, Kombes Pol Abdul Waras, mengatakan kegiatan sosial merupakan bagian dari proses pendidikan calon anggota Polri. Menurutnya, pembentukan seorang polisi tidak cukup hanya melalui pembelajaran mengenai tugas dan fungsi kepolisian, tetapi juga perlu disertai pemahaman mengenai pelayanan kepada masyarakat.

“Lembaga pendidikan ini tidak hanya mengajarkan ilmu kepolisian, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pelayanan kepada masyarakat. Keberadaan polisi di lapangan harus memberikan manfaat dan tidak menjadi beban bagi warga,” ujar Abdul Waras.

Saat ini, sebanyak 774 siswa tengah mengikuti pendidikan di SPN Polda Metro Jaya. Mereka dijadwalkan menyelesaikan pendidikan dan dilantik sebagai Bintara Polri dalam waktu sekitar lima bulan mendatang.

Karena itu, kegiatan sosial yang melibatkan para siswa tidak hanya ditempatkan sebagai agenda pemberian bantuan. Interaksi langsung dengan warga menjadi ruang bagi calon Bintara untuk mengenal persoalan sosial sekaligus membangun pola pikir bahwa tugas kepolisian berkaitan erat dengan pelayanan publik.

Abdul Waras menambahkan, kegiatan bakti sosial tersebut akan dilaksanakan secara berkala. Program serupa diharapkan dapat terus menjadi bagian dari aktivitas pendidikan yang melibatkan siswa dengan masyarakat sekitar.

Selain kegiatan sosial rutin, SPN Polda Metro Jaya juga menyiapkan program penyaluran air bersih untuk warga yang terdampak musim kemarau. Persiapan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat ketika ketersediaan air bersih mulai menjadi persoalan.

Program air bersih tersebut juga menunjukkan bahwa kegiatan sosial SPN tidak hanya berfokus pada bantuan kebutuhan sehari-hari. Kondisi lingkungan dan persoalan yang dihadapi masyarakat sekitar menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan kegiatan kemasyarakatan.

Sebagai lembaga pendidikan Polri, SPN memiliki fungsi mencetak calon Bintara yang nantinya ditempatkan untuk menjalankan tugas kepolisian. Pendidikan yang diberikan mencakup pembekalan kepolisian sekaligus pembentukan sikap dan karakter sebelum siswa memasuki penugasan.

Penerimaan siswa SPN terbuka bagi masyarakat umum yang memenuhi persyaratan, termasuk lulusan SMA sederajat. Selain itu, lulusan SMP juga dapat mengikuti jalur penerimaan apabila memenuhi kriteria, termasuk ketentuan batas usia yang telah ditetapkan.

Dengan demikian, pendidikan di SPN tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan personel yang memahami teknis kepolisian. Nilai pelayanan dan kepedulian terhadap masyarakat juga menjadi bagian yang dikenalkan sejak calon anggota Polri masih berada dalam masa pendidikan.

Editor: IJS