Gempa M7,7 Guncang Nagekeo, Satu Warga Meninggal dan Ribuan Orang Mengungsi

Gempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Harnas.id
Gempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Harnas.id

Harnas.id, NAGEKEO — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari. Gempa berpusat di laut pada kedalaman 15 kilometer dan sempat memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB dengan koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur. Episenter berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Guncangan kuat dirasakan warga di sejumlah daerah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Sulawesi Selatan. Di sejumlah wilayah pesisir, warga berhamburan keluar rumah dan melakukan evakuasi secara mandiri setelah menerima informasi terkait potensi tsunami.

Data sementara yang dihimpun dari laporan kebencanaan hingga pukul 08.00 WIB mencatat satu orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka. Sekitar lima kepala keluarga dilaporkan terdampak, sementara sekitar 2.000 warga melakukan evakuasi mandiri.

Korban meninggal dunia tercatat di Kabupaten Sikka. Korban bernama Meliana Nenong, perempuan berusia 54 tahun.

Kerusakan Tersebar di Sejumlah Wilayah

Dampak gempa juga tercatat di beberapa daerah. Pendataan dan verifikasi lapangan masih berlangsung sehingga angka kerusakan maupun korban berpotensi berubah.

Data sementara kerugian materiel meliputi:

  • 2 unit rumah rusak berat (RB)
  • 1 unit rumah rusak sedang (RS)
  • 2 unit rumah rusak ringan (RR)
  • 1 unit gudang Bulog terdampak
  • 3 unit fasilitas daerah rusak ringan
  • 6 unit kantor pemerintahan terdampak

Dengan rincian:

Kabupaten Nagekeo

  • 2 unit rumah rusak berat
  • 2 unit rumah rusak ringan
  • 2 unit fasilitas daerah rusak ringan
  • 5 unit kantor pemerintahan terdampak

Kota Bima

  • 1 unit rumah rusak sedang
  • 1 unit gudang Bulog terdampak
  • 1 unit fasilitas daerah rusak ringan

Kabupaten Bima

  • 1 unit kantor pemerintahan terdampak

Di Kabupaten Nagekeo, kondisi pascagempa juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Laporan sementara menyebut lalu lintas mengalami kemacetan dan aliran listrik masih padam.

Lima Gempa Susulan Tercatat

Setelah gempa utama, sejumlah gempa susulan tercatat di kawasan NTT. Laporan pemutakhiran menyebut sedikitnya lima aktivitas gempa susulan dengan magnitudo di atas 5.

Gempa Susulan I

  • Magnitudo 6,2
  • Pukul 05.13.53 WIB
  • Kedalaman 10 kilometer
  • Berpusat di laut
  • Tidak berpotensi tsunami
  • 46 kilometer timur laut Labuan Bajo, NTT
  • 65 kilometer barat laut Ruteng, Manggarai
  • 87 kilometer barat laut Borong
  • 340 kilometer tenggara Makassar, Sulawesi Selatan
  • 1.492 kilometer tenggara Jakarta

Gempa Susulan II

  • Magnitudo 5,5
  • Pukul 05.13.53 WIB
  • Kedalaman 10 kilometer
  • Berpusat di laut
  • Tidak berpotensi tsunami
  • 56 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai
  • 73 kilometer barat laut Borong
  • 79 kilometer timur laut Labuan Bajo
  • 348 kilometer tenggara Makassar
  • 1.533 kilometer tenggara Jakarta

Gempa Susulan III

  • Magnitudo 6,2
  • Pukul 05.28.40 WIB
  • Kedalaman 10 kilometer
  • Berpusat di laut
  • Tidak berpotensi tsunami
  • 45 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo
  • 57 kilometer barat laut Ende
  • 80 kilometer barat laut Maumere, Sikka
  • 307 kilometer barat laut Kupang
  • 1.652 kilometer tenggara Jakarta

Gempa Susulan IV

  • Magnitudo 5,6
  • Pukul 05.37.19 WIB
  • Kedalaman 11 kilometer
  • Berpusat di laut
  • Tidak berpotensi tsunami
  • 49 kilometer timur laut Labuan Bajo
  • 60 kilometer barat laut Ruteng, Manggarai
  • 82 kilometer barat laut Borong
  • 343 kilometer tenggara Makassar
  • 1.499 kilometer tenggara Jakarta

BMKG juga mencatat perkembangan parameter gempa utama M7,7 pada pukul 04.58.24 WIB di sekitar Mbay-Nagekeo. Dalam pemutakhiran peringatan tsunami, BMKG melaporkan adanya pengamatan kenaikan muka laut di sejumlah titik, termasuk Maumere dan Labuan Bajo.

Warga Berhamburan Keluar Rumah

Guncangan gempa dirasakan kuat sekitar satu menit di Kabupaten Nagekeo. Sebagian besar warga merasakan getaran dan langsung keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri.

BPBD Kabupaten Nagekeo kemudian berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk merespons peringatan dini tsunami. Evakuasi dilakukan terhadap masyarakat yang berada di kawasan pesisir.

Situasi serupa terjadi di Kabupaten Sikka. Gempa dirasakan kuat sekitar satu menit dan membuat sebagian besar warga berhamburan keluar rumah.

BPBD Kabupaten Sikka melakukan koordinasi dengan unsur terkait, termasuk dalam penanganan peringatan dini tsunami dan evakuasi masyarakat di kawasan pesisir.

Di Kabupaten Manggarai Barat, guncangan juga dirasakan kuat selama sekitar satu menit. Warga berhamburan keluar rumah, sementara BPBD setempat melakukan koordinasi dan penanganan terhadap masyarakat di wilayah pesisir.

Guncangan Juga Terasa di NTB dan Sulsel

Dampak guncangan tidak hanya dirasakan di NTT. Di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, gempa dirasakan kuat selama sekitar satu menit dan membuat sebagian besar masyarakat keluar rumah.

BPBD Kota Bima berkoordinasi dengan unsur terkait dalam merespons kondisi pascagempa. Pendataan terhadap kemungkinan kerusakan juga terus dilakukan.

Di Sulawesi Selatan, gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda.

Kabupaten Jeneponto

  • Gempa dirasakan cukup kuat selama sekitar 10 detik.
  • Sebagian besar masyarakat merasakan guncangan dan berhamburan keluar rumah.
  • BPBD Kabupaten Jeneponto berkoordinasi dengan instansi terkait pascagempa serta melakukan evakuasi masyarakat yang berada di pesisir pantai.

Kabupaten Kepulauan Selayar

  • Gempa dirasakan cukup kuat selama sekitar 5 detik.
  • Sebagian besar masyarakat merasakan guncangan dan berhamburan keluar rumah.
  • BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar berkoordinasi dengan instansi terkait pascagempa.

Kabupaten Maros

  • Gempa dirasakan lemah selama sekitar satu menit.
  • BPBD Kabupaten Maros melakukan koordinasi dengan instansi terkait pascagempa.

Peringatan Tsunami Berakhir

Perkembangan penting terjadi pada pagi hari. Berdasarkan hasil observasi tinggi muka laut di wilayah terdampak, BMKG menyatakan tidak terdapat lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan.

Peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.31.30 WIB. BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tidak panik dan menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mengandalkan informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi kegempaan dan tsunami dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG dan sistem InaTEWS.

BPBD Lakukan Kaji Cepat

Setelah gempa, BPBD di sejumlah daerah melakukan asesmen dan kaji cepat untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan.

BPBD Provinsi NTT, BPBD Provinsi NTB, BPBD Kabupaten Manggarai Barat, BPBD Kabupaten Sikka, BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar, BPBD Kabupaten Jeneponto, BPBD Kabupaten Maros, BPBD Kabupaten Bima, serta BPBD Kota Bima berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah kecamatan maupun desa.

Di Kota Bima, kondisi masyarakat secara umum dilaporkan kondusif. Namun, pendataan dan verifikasi lapangan masih dilakukan untuk memastikan kemungkinan adanya kerusakan maupun dampak lain akibat gempa.

Kondisi serupa dilaporkan di Kabupaten Bima yang secara umum masih kondusif. Sementara di Kabupaten Nagekeo, lalu lintas dilaporkan mengalami kemacetan dan listrik masih padam.

Dengan masih berlangsungnya proses pendataan, jumlah korban dan kerusakan belum dapat dianggap sebagai angka final. Petugas di lapangan masih melakukan verifikasi terhadap laporan dari sejumlah wilayah terdampak.

Editor: IJS