Jatim dan Sulsel Bisa Jadi Contoh Pengendalian COVID-19

Ilustrasi tenaga kesehatan melakukan tes swab terkait COVID-19 | SEHATNEGERIKU.KEMKES.GO.ID

HARNAS.ID – Presiden Joko Widodo meminta upaya pengendalian pandemi virus corona baru (COVID-19) di delapan provinsi prioritas terus ditingkatkan dan dimonitor dengan ketat.

Menurut Presiden, berdasarkan laporan yang diperolehnya, dari delapan provinsi prioritas tersebut, Jawa Timur (Jatim) dan Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menunjukkan perbaikan dalam penanganan COVID-19.

“Saya kira ini bisa dijadikan contoh provinsi-provinsi yang lain,” kata Presiden seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet RI, Senin (12/10/2020).

Terungkap, delapan provinsi yang berkontribusi besar terhadap jumlah kasus aktif nasional tersebut yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Lebih lanjut, Presiden juga berpesan agar upaya penanganan COVID-19  dalam dua minggu ke depan diprioritaskan pada 12 kabupaten/kota yang memiliki kontribusi 30 persen dari total kasus aktif nasional.

12 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif lebih dari 1.000 tersebut adalah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Kota Pekanbaru, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Padang, Kota Jayapura, dan Kota Ambon.

Presiden mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, rata-rata kasus aktif per Oktober menurun apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Rata-rata kasus aktif COVID-19 di Indonesia per 11 Oktober adalah 19,97 persen

“Lebih baik dari rata-rata kasus aktif kalau kita lihat di 27 September 2020 yang lalu yang mencapai 22,46 (persen). Jadi penurunannya kelihatan sekali, dari 22,46 (persen) menjadi 19,97 (persen),” ujar Presiden.

Jumlah kasus aktif tersebut juga lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 22,1  persen.

Rata-rata kesembuhan di Indonesia, lanjut Presiden, juga lebih baik jika dibandingkan dengan rata-rata kesembuhan dunia. “Rata-rata kesembuhan (di Indonesia)  per 11 Oktober mencapai 76,48 persen, ini sudah lebih baik dari rata-rata angka kesembuhan dunia yang mencapai 75,03 persen,” kata Presiden.

Rata-rata angka kematian, kata Presiden menambahkan, juga sudah bisa ditekan menjadi 3,55 persen. “Ini lebih baik dibandingkan dua minggu yang lalu yang berada di angka 3,77 persen. Namun, masih lebih tinggi dari rata-rata kematian dunia yang berada di angka 2,88 persen,” kata Presiden.

Editor: Aria Triyudha

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini