Harnas.id, BOGOR – Plaza Balai Kota Bogor menjadi tempat berkumpulnya para ekonom, akademisi, praktisi, dan pemikir ekonomi dari berbagai daerah dalam agenda welcoming dinner Sidang Pleno XXV dan Seminar Nasional Tahun 2026 Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Rabu (26/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda ISEI yang berlangsung selama tiga hari di Kota Bogor. Para delegasi disambut langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, bersama sejumlah pengurus pusat ISEI.
Dalam sambutannya, Denny menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh keluarga besar ISEI yang hadir dari berbagai wilayah Indonesia. Ia menyebut Kota Bogor merasa terhormat dipercaya menjadi salah satu tempat berlangsungnya pertemuan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di bidang ekonomi.
Menurut Denny, forum tersebut memiliki arti penting karena mempertemukan perspektif akademisi, dunia usaha, pemerintah, serta para pelaku ekonomi dalam membahas persoalan dan arah perekonomian Indonesia.
Sidang Pleno XXV dan Seminar Nasional ISEI 2026 mengangkat tema ‘Mendorong Stabilitas Ekonomi Dinamis, Hilirisasi, Industrialisasi, serta Ekonomi Kerakyatan Menuju Indonesia Maju’.
Denny menilai tema yang diangkat ISEI berhubungan erat dengan tantangan pembangunan ekonomi nasional saat ini. Pertumbuhan ekonomi, kata dia, tidak cukup hanya mengejar angka, tetapi juga harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Tema ini sangat relevan dengan tantangan pembangunan nasional saat ini. Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tangguh, produktif, inklusif, serta mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri,” ungkap Sekda Kota Bogor.
Ia mengatakan hilirisasi dan industrialisasi perlu diarahkan agar memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian. Selain menciptakan nilai tambah di dalam negeri, kebijakan tersebut diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan produktivitas.
Denny juga menyinggung pentingnya keberadaan UMKM serta pelaku ekonomi kerakyatan dalam struktur perekonomian. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi perlu diikuti dengan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang dan naik kelas.
Dalam konteks tersebut, ISEI dinilai memiliki posisi strategis untuk mempertemukan pemikiran akademik dengan kebutuhan dunia usaha dan kebijakan pemerintah. Pertemuan berbagai unsur tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi yang tidak berhenti pada tataran gagasan, tetapi dapat diterapkan.
“Kami berharap Sidang Pleno dan Seminar Nasional ini menghasilkan gagasan serta rekomendasi konkret untuk memperkuat perekonomian nasional dan daerah,” ungkap Denny Mulyadi.
Ia menambahkan, pembahasan mengenai ekonomi juga memiliki keterkaitan langsung dengan kondisi Kota Bogor. Sebagai bagian dari kawasan metropolitan Jabodetabek, aktivitas ekonomi Kota Bogor ditopang sejumlah sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Sektor tersebut antara lain perdagangan, jasa, pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Karena itu, Denny menilai ukuran keberhasilan pembangunan ekonomi tidak semata-mata dilihat dari pertumbuhan angka ekonomi. Dampaknya juga perlu terlihat melalui terbukanya lapangan kerja, berkembangnya usaha lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata.
“Semoga forum ini melahirkan gagasan, rekomendasi, dan kolaborasi nyata untuk memperkuat perekonomian menuju Indonesia yang maju, inklusif, dan berkelanjutan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat ISEI, Retno Ekaputri, menjelaskan bahwa Sidang Pleno dan seminar nasional tersebut merupakan agenda yang dilaksanakan setiap tahun. Dalam forum tahun ini, para delegasi dari berbagai wilayah Indonesia memiliki kesempatan untuk bertukar pandangan selama tiga hari pelaksanaan kegiatan.
Retno menyebut kehadiran para ketua cabang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pleno. Ia juga mengungkapkan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan mencapai ratusan orang.
“Saya menyambut baik partisipasi dari semua ketua cabang. Ada total 508 orang berada pada kegiatan pleno kali ini, luar biasa. Mudah-mudahan kontribusi dari ISEI dapat menjadi sumbangsih bagi perekonomian. Akademisi, government, dan business bersatu di sini,” ujarnya.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi ISEI untuk menghimpun berbagai pandangan dari unsur akademisi, pemerintah, dan dunia usaha. Gagasan yang muncul selama forum diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi organisasi profesi tersebut terhadap pembahasan kebijakan dan perkembangan ekonomi Indonesia.
Editor: IJS











