
Harnas.id, JAKARTA — SMA Sunda Kelapa yang beralamat di Jalan Taman Sunda Kelapa No. 16A, Menteng, Jakarta Pusat, memperkenalkan olahraga pilates kepada para siswa dalam kegiatan olahraga pada Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi para siswa, khususnya kelas 10, yang mendapat kesempatan pertama mengikuti latihan pilates bersama instruktur dari Rangka Studio.

Kepala Sekolah SMA Sunda Kelapa, Aminah, mengatakan pengenalan pilates merupakan bagian dari upaya sekolah memberikan pengalaman olahraga yang lebih beragam kepada siswa.
Anak-anak baru kali ini mencoba pilates. Mudah-mudahan dengan perkenalan ini anak-anak bisa tertarik dan senang,” ujar Aminah.
Menurut Aminah, selama ini kegiatan olahraga di sekolah umumnya diisi dengan aktivitas seperti basket dan futsal. Karena itu, pengenalan pilates menjadi alternatif olahraga yang lebih variatif sekaligus memperkenalkan jenis olahraga yang tengah populer di kalangan anak muda.
Aminah menyebutkan, para siswa menunjukkan antusiasme selama mengikuti sesi latihan. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga mendorong siswa untuk semakin memperhatikan kebugaran dan kesehatan tubuh.
“Pengenalan pilates menjadi kegiatan yang lebih khusus sekaligus memberikan alternatif olahraga yang sedang populer di kalangan anak muda,” katanya.

Ia menambahkan, aktivitas fisik menjadi semakin penting di tengah kebiasaan anak-anak dan remaja yang banyak menghabiskan waktu menggunakan telepon seluler dan mengakses media sosial.
Menurut Aminah, olahraga secara rutin dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kebugaran siswa sekaligus menyeimbangkan aktivitas mereka di luar kegiatan belajar.
SMA Sunda Kelapa juga membuka peluang untuk mengembangkan pilates sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
Untuk tahap awal, pengenalan pilates dilakukan secara bergantian sesuai jadwal olahraga masing-masing tingkat. Siswa kelas 10 mengikuti sesi pertama, kemudian kegiatan dilanjutkan untuk siswa kelas 11 dan kelas 12 pada hari berikutnya.
“Untuk ekskul, ini mungkin bisa dimungkinkan ke sana. Kita bisa mengarahkan anak-anak supaya mengikuti kegiatan ini,” kata Aminah.

Menurutnya, respons positif dan antusiasme siswa selama kegiatan menjadi salah satu pertimbangan untuk melihat kemungkinan pengembangan pilates sebagai aktivitas ekstrakurikuler di masa mendatang.
Sementara itu, instruktur STOTT Pilates Rangka Studio, Carol Elizabeth Christiana, ST, menjelaskan bahwa pilates memiliki manfaat yang relevan bagi siswa usia remaja, terutama dalam membantu membangun postur tubuh dan memperkuat otot inti atau core.
Carol menjelaskan, siswa menghabiskan cukup banyak waktu dalam posisi duduk untuk mengikuti kegiatan belajar. Kebiasaan duduk, menulis, dan belajar dengan posisi tubuh yang kurang ideal dapat memengaruhi postur.
Karena itu, latihan pilates tidak hanya berfokus pada postur, tetapi juga melatih keterlibatan otot perut dan otot bagian belakang tubuh.

“Manfaat pilates bukan cuma dari sisi postur yang kuat, tetapi juga dari engagement otot-otot perut dan otot-otot belakang badan. Kita juga menguatkan core supaya mereka tidak mudah melemah ketika duduk,” jelas Carol.
Dalam sesi pengenalan tersebut, Carol memberikan sejumlah gerakan dasar yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan siswa. Latihan diawali dengan squat untuk membantu menguatkan otot bokong, kemudian dilanjutkan dengan partner exercise untuk membangun suasana latihan yang lebih ceria dan interaktif.
Para siswa juga diberikan tantangan berupa single leg balance untuk melatih keseimbangan dan membantu mengidentifikasi perbedaan kekuatan antara kaki kanan dan kiri. Selain itu, gerakan plank diberikan untuk melatih sekaligus menguji kekuatan core siswa.
Carol menegaskan, latihan pilates bagi remaja tidak perlu dibuat serumit kelas pilates untuk orang dewasa. Gerakan dan metode latihan justru disesuaikan agar lebih sederhana, menyenangkan, dan interaktif.
“Untuk anak-anak atau anak muda, kita harus membuatnya lebih fun supaya mereka juga bisa have fun di situ,” ujarnya.
Editor: IJS










