Gelombang Suspensi Penerbangan Timur Tengah, Umroh–Haji Indonesia Ikut Terdampak

Ilustrasi papan informasi pembatalan penerbangan internasional di bandara. Image: Freepik
Ilustrasi papan informasi pembatalan penerbangan internasional di bandara. Image: Freepik

Harnas.id, BOGOR – Eskalasi konflik di Timur Tengah berdampak langsung pada jalur penerbangan internasional, termasuk perjalanan umroh dan haji jemaah Indonesia. Sejumlah maskapai global mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara operasional ke berbagai kota di kawasan tersebut.

Informasi terbaru yang dihimpun dari pembaruan anggota BARINDO menyebutkan, beberapa maskapai menangguhkan seluruh penerbangan dari dan menuju hub utama mereka di Timur Tengah. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan pasca-serangan Israel ke Iran.

Etihad Airways menghentikan seluruh penerbangan dari dan menuju Abu Dhabi (AUH). Kebijakan serupa juga diberlakukan oleh Qatar Airways yang menangguhkan seluruh penerbangan dari dan ke Doha (DOH).

Emirates turut menyetop operasional dari dan menuju Dubai (DXB). Sementara itu, Oman Air masih melayani rute Jakarta–Muscat (CGK–MCT), namun membatalkan sementara penerbangan tujuan dan dari Dammam, Amman, serta Dubai.

Ethiopian Airlines tetap beroperasi normal, kecuali untuk rute Amman (Yordania) dan Tel Aviv (Israel) yang dihentikan mulai hari ini hingga waktu yang belum ditentukan. Adapun Saudia masih melakukan asesmen terhadap sejumlah kota tujuan di kawasan Timur Tengah.

Malaysia Airlines tidak mengoperasikan penerbangan dari dan menuju seluruh kota di Arab Saudi. Kebijakan serupa juga diambil oleh Philippine Airlines yang menghentikan penerbangan dari dan ke seluruh kota di Timur Tengah.

Maskapai berbiaya rendah asal India, IndiGo, menangguhkan penerbangan dari dan menuju Dubai serta Abu Dhabi. SriLankan Airlines juga membatalkan seluruh penerbangan ke dan dari kawasan Timur Tengah untuk sementara waktu.

Langkah pembatalan serupa diumumkan oleh China Southern Airlines yang menghentikan operasional ke seluruh kota di Timur Tengah. Singapore Airlines membatalkan penerbangan tujuan Dubai pada 28 Februari dan 1 Maret.

Anak usaha Singapore Airlines, Scoot, membatalkan penerbangan dari dan menuju Jeddah pada 28 Februari. Sementara Royal Brunei Airlines menghentikan sementara seluruh penerbangan dari dan ke kota-kota di Timur Tengah.

Situasi ini menjadi perhatian serius bagi penyelenggara perjalanan ibadah umroh dan haji Indonesia. Perubahan jadwal, pengalihan rute, hingga potensi penundaan keberangkatan menjadi risiko yang harus diantisipasi jemaah dan agen perjalanan.

Di tengah ketidakpastian, maskapai dan otoritas terkait disebut terus memantau perkembangan keamanan kawasan. Pembaruan operasional akan disampaikan sesuai kondisi terbaru di lapangan.

Editor: IJS