Api Melandai, 25 Petugas Masih Siaga di TPAS Galuga Awasi Bara

Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin menjelaskan adanya Petugas Gabungan Memantau Kondisi TPAS Galuga Pascakebakaran. Foto: Pemkot bogor
Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin menjelaskan adanya Petugas Gabungan Memantau Kondisi TPAS Galuga Pascakebakaran. Foto: Pemkot bogor

Harnas.id, BOGOR — Penanganan pascakebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor, belum sepenuhnya selesai. Meski kobaran api telah melandai, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih menempatkan personel gabungan untuk memantau kondisi di lokasi.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, sekitar 25 petugas masih disiagakan setiap hari dengan sistem pergantian atau aplus. Mereka berasal dari sejumlah perangkat daerah dan unsur penanganan kebencanaan yang terlibat sejak proses pemadaman hingga tahap pemantauan pascakebakaran.

Hal tersebut disampaikan Jenal seusai mengikuti rapat koordinasi dan evaluasi penanganan kebakaran TPAS Galuga, Rabu (16/9/2026) malam. Rapat berlangsung di Kantor UPTD TPA Galuga Kota Bogor.

“Jadi ada beberapa petugas dari Damkar, BPBD, Perumkim melalui Park Ranger, Satpol PP, dan PUPR, serta DLH masih standby. Kurang lebih ada 25 personel yang setiap hari aplusan,” kata Jenal kepada media.

Menurut Jenal, hasil pemantauan secara kasatmata menunjukkan api telah padam. Kondisi tersebut juga diperiksa menggunakan thermal drone untuk melihat kemungkinan titik panas yang tidak terlihat dari permukaan.

Pemantauan tetap dilakukan karena bara api dapat berada di bagian bawah timbunan sampah. Karena itu, meski tidak lagi terlihat kobaran, petugas masih perlu memastikan seluruh titik panas benar-benar aman.

“Untuk memastikan bara api yang ada di bawah tumpukan sampah di tiap titik betul-betul padam dan tidak ada potensi (kebakaran kembali),” tegasnya.

Dalam proses pemantauan tersebut, petugas juga mendapatkan pendampingan dari Manggala Agni. Kehadiran tim tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi kawasan pascakebakaran tetap terkendali.

Pemkot Bogor, kata Jenal, siap mengikuti pola penanganan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Salah satu langkah yang tetap dilakukan yakni patroli di kawasan TPAS untuk mendeteksi apabila muncul kembali tanda-tanda kebakaran.

Selain menjaga personel di lapangan, Pemkot Bogor dan Pemkab Bogor juga akan membahas status kebencanaan setelah kebakaran TPAS Galuga. Pembahasan tersebut dilakukan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya berdasarkan kondisi terkini di lapangan.

“Insyaallah besok subuh kami bersepakat dengan Pak Bupati untuk menyampaikan status terkini terkait penanganan pascakebakaran di TPA Galuga,” ujar Jenal.

Pemkot Bogor menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan penanganan dengan perkembangan kondisi di lokasi. Dengan api yang telah melandai, fokus petugas kini bergeser pada pengawasan titik-titik yang masih berpotensi menyimpan bara.

Hasil evaluasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bogor juga memutuskan dukungan operasional belum dihentikan. Selain personel gabungan, kendaraan pendukung untuk menyuplai air masih ditempatkan dalam kondisi siaga.

“Begitu juga tim kesehatan dan dapur umum tetap berjalan. Tidak ada penarikan terhadap seluruh personel yang ada,” jelas Jenal.

Penanganan kebakaran kali ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk menghadapi potensi kejadian serupa di masa mendatang. Jenal mengatakan, diperlukan langkah mitigasi yang lebih menyeluruh dalam pengelolaan kawasan TPAS Galuga.

Menurut dia, kawasan tersebut ke depan perlu mendapatkan perhatian lebih serius dari seluruh unsur yang berkepentingan. Langkah tersebut diarahkan agar pengawasan dan kesiapsiagaan dapat dilakukan secara lebih terencana.

“Ke depan akan ada langkah mitigasi yang lebih komprehensif untuk menjadikan TPAS Galuga sebagai objek vital,” kata Jenal.

“Maka perhatian dari seluruh unsur mesti maksimal,” tutupnya.

Dengan masih ditemukannya potensi bara di bawah timbunan, berakhirnya kobaran api belum otomatis berarti seluruh penanganan selesai. Pemerintah memilih mempertahankan personel dan sarana pendukung sambil memastikan kondisi TPAS Galuga benar-benar aman dari kemungkinan munculnya kembali titik api.

Editor: IJS