
Harnas.id, SURABAYA – Sebanyak 7.269 mahasiswa baru (maba) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi menjadi bagian dari Keluarga Besar ITS pada semester gasal 2026/2027. Prosesi pengukuhan mahasiswa jenjang Sarjana (S1) dan Sarjana Terapan (D4) berlangsung di Taman Alumni ITS, Surabaya, Selasa (11/8/2026).
Pengukuhan tersebut diikuti mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Momentum itu sekaligus menjadi awal perjalanan akademik ribuan mahasiswa yang akan menempuh pendidikan tinggi di Kota Surabaya.
Wali Kota Surabaya Dr Eri Cahyadi ST MT turut hadir dalam prosesi tersebut. Sosok yang akrab disapa Cak Eri itu mengingatkan mahasiswa baru bahwa status sebagai bagian dari ITS tidak hanya membawa kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga nama baik almamater.
“Menjadi bagian dari ITS, kalian bertanggung jawab membuktikan diri sebagai talenta terbaik bangsa dengan karakter unggul,” tegas Eri.
Eri yang merupakan alumnus D3 Teknik Sipil ITS juga mengingatkan pentingnya nilai kebersamaan, persatuan, dan gotong royong dalam kehidupan mahasiswa. Menurutnya, nilai tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa yang berlandaskan Pancasila.
Sebagai bagian dari Keluarga Besar ITS, para mahasiswa diminta membangun hubungan yang dilandasi sikap saling menghargai, bersinergi, serta menghormati satu sama lain. Ia berharap lingkungan kampus dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tumbuh tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam kehidupan sosial.
Lebih jauh, Eri berharap mahasiswa baru ITS dapat mengambil peran dalam estafet kepemimpinan nasional di masa mendatang. Tradisi prestasi dan keunggulan yang telah dibangun para pendahulu ITS dinilai perlu dilanjutkan oleh generasi baru melalui capaian yang memberi manfaat bagi Indonesia.
Pesan tersebut sejalan dengan arahan Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD. Ia menilai mahasiswa memiliki privilese sekaligus tanggung jawab selama menjalani pendidikan tinggi.
Bambang meminta mahasiswa tidak berhenti pada pencapaian akademik. Rasa ingin tahu perlu terus dipelihara, termasuk keberanian untuk bertanya, mencoba hal baru, dan menembus batas pengetahuan.
Menurut Bambang, pendidikan tinggi merupakan proses untuk membentuk versi terbaik dari setiap mahasiswa. Proses itu, kata dia, harus ditopang empat pilar utama kekuatan, mulai dari fondasi keilmuan yang kuat hingga kemampuan menerapkan pengetahuan untuk menjawab persoalan nyata.
“Selain itu, mahasiswa harus mampu membangun kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, serta tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas,” tegas Guru Besar Departemen Teknik Mesin ITS tersebut.
Ia juga mengingatkan mahasiswa baru untuk membangun pola pikir sebagai pembelajar. Rasa takut dan keraguan yang dapat menghambat proses belajar perlu diubah menjadi keberanian untuk menghadapi tantangan.
“Sehingga nantinya, kalian selalu siap menghadapi tantangan dunia kerja dan industri yang semakin menuntut di masa depan,” tutur Bambang.
Bambang menyebut pendidikan sebagai salah satu instrumen penting untuk membawa perubahan. Namun, ilmu pengetahuan menurutnya akan semakin bermakna apabila berjalan beriringan dengan keberanian, karakter, integritas, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Direktur Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana ITS Prof DrEng Chastine Fatichah SKom MKom menjelaskan komposisi mahasiswa baru yang dikukuhkan tahun ini.
Dari total 7.269 mahasiswa, sebanyak 5.934 merupakan mahasiswa program Sarjana (S1). Kemudian 1.011 mahasiswa berasal dari jenjang Sarjana Terapan (D4), sedangkan 324 lainnya merupakan mahasiswa program International Undergraduate Program (IUP).
Penerimaan mahasiswa baru tersebut berasal dari tiga jalur seleksi, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri ITS (SMITS).
“Sebaran maba ITS tahun ini berasal dari 37 provinsi dan enam negara meliputi Kuwait, Filipina, Turkmenistan, Solomon, Zimbabwe, dan Timor Leste,” papar Guru Besar Teknik Informatika ITS tersebut.
Data tersebut menunjukkan cakupan penerimaan mahasiswa ITS tidak hanya berasal dari berbagai wilayah Indonesia. Kampus tersebut juga menerima mahasiswa dari sejumlah negara dalam program pendidikan yang tersedia.
Prosesi pengukuhan mahasiswa baru juga menjadi penanda dimulainya GERIGI X UKM EXPO ITS 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari hingga 14 Agustus 2026.
Sejumlah agenda disiapkan dalam rangkaian kegiatan tersebut, termasuk Parade Integralistik serta pertunjukan dari puluhan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di ITS. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal aktivitas kemahasiswaan di luar kegiatan akademik.
Di sisi lain, penerimaan mahasiswa baru ITS juga dikaitkan dengan komitmen kampus terhadap peningkatan kualitas dan pemerataan akses pendidikan. Hal tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan tujuan ke-10 mengenai Berkurangnya Kesenjangan.
Komitmen tersebut salah satunya terlihat dari diterimanya 210 mahasiswa baru penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) 2026.
Dengan pengukuhan tersebut, ribuan mahasiswa baru ITS resmi memulai perjalanan akademiknya. Pesan yang disampaikan pimpinan kampus dan Wali Kota Surabaya tidak hanya menempatkan mahasiswa sebagai peserta pendidikan, tetapi juga calon talenta yang diharapkan mampu mengambil bagian dalam menghadapi persoalan masyarakat, dunia kerja, industri, hingga kepemimpinan Indonesia di masa depan.
Editor: IJS










