
Harnas.id, JAKARTA – Bank Mandiri terus melanjutkan perannya dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di berbagai sektor produktif. Hingga April 2026, realisasi penyaluran KUR Bank Mandiri tercatat mencapai Rp14,54 triliun yang telah diterima oleh 113.223 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Program pembiayaan ini menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah dalam menjaga pergerakan ekonomi nasional melalui penguatan sektor usaha kecil dan menengah. Penyaluran KUR juga dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam membuka akses permodalan yang lebih luas bagi masyarakat pelaku usaha.
SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri, Bayu Trisno Arief Setiawan mengatakan, kualitas penyaluran kredit tetap berada dalam kondisi sehat. Hal itu tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang masih terjaga di level 1 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa ekspansi bisnis tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang terukur. Selain menjaga kualitas kredit, Bank Mandiri juga terus memperluas pembiayaan produktif yang mampu menciptakan dampak ekonomi langsung di masyarakat.
“Penyaluran KUR kami hadirkan sebagai instrumen nilai tumbuh yang nyata bagi masyarakat. Melalui dukungan modal kerja yang tepat sasaran dan kemudahan serta kenyamanan layanan Bank Mandiri, kami ingin membantu UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, hingga menciptakan lapangan kerja baru di berbagai sektor produktif,” ujar Bayu dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Dari total realisasi tersebut, penyaluran KUR Bank Mandiri masih didominasi sektor produksi. Porsinya mencapai 63,07 persen atau senilai Rp9,16 triliun. Angka itu menunjukkan fokus pembiayaan masih diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai penyaluran mencapai Rp4,69 triliun. Pembiayaan itu dinilai sejalan dengan agenda penguatan ketahanan pangan nasional yang saat ini terus menjadi perhatian pemerintah.
Selain pertanian, sektor jasa produksi juga menyumbang penyaluran cukup besar dengan nilai Rp3,16 triliun. Sementara sektor industri pengolahan memperoleh pembiayaan sebesar Rp1,1 triliun hingga April 2026.
Secara persentase, realisasi KUR tersebut telah mencapai 35,45 persen dari target penyaluran KUR Bank Mandiri sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp41 triliun. Capaian ini dinilai menjadi indikator positif terhadap pergerakan sektor UMKM yang masih aktif dan terus membutuhkan dukungan modal usaha.
Secara kumulatif, sejak program KUR diluncurkan pemerintah pada 2008 hingga April 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp317,78 triliun kepada lebih dari 3,7 juta debitur di berbagai wilayah Indonesia.
Pembiayaan berbunga rendah tersebut disebut telah membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, hingga menjaga ketahanan usaha di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Untuk menjaga efektivitas penyaluran KUR, Bank Mandiri juga memperkuat strategi pembiayaan berbasis ekosistem melalui pendekatan closed-loop. Skema ini menghubungkan UMKM dengan nasabah wholesale, distributor, off-taker, hingga mitra usaha dalam rantai bisnis yang terintegrasi.
Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan sistem pembiayaan yang lebih efisien sekaligus memperbesar peluang usaha masyarakat berkembang secara berkelanjutan.
Tak hanya fokus pada pembiayaan, Bank Mandiri juga memperluas akses layanan transaksi dan pembayaran melalui jaringan Mandiri Agen yang tersebar di berbagai daerah. Perseroan turut mendorong literasi keuangan dan digital bagi pelaku UMKM agar mampu mengelola usaha secara lebih modern.
Ke depan, Bank Mandiri memastikan kolaborasi bersama pemerintah akan terus diperkuat untuk mempercepat realisasi penyaluran KUR sepanjang 2026. Perseroan optimistis dukungan ekosistem layanan dan jaringan digital yang semakin luas dapat membuat penyaluran pembiayaan lebih tepat sasaran.
“Dengan dukungan jaringan layanan dan ekosistem digital yang semakin matang, kami optimistis penyaluran KUR dapat semakin tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. UMKM yang tumbuh kuat akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sebagai bagian dari Ekosistem Penggerak Ekonomi Negeri,” pungkas Bayu.
Editor: IJS










