Mutasi Polri November 2026: Kapolri Copot Kapolres Bangkalan hingga Rotasi Ratusan Pamen-Pati

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir memberikan keterangan terkait situasi keamanan nasional. (Dok Polri)
Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir memberikan keterangan terkait situasi keamanan nasional. (Dok Polri)

Harnas.id, JAKARTA — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Suyudi Ario Seto kembali melakukan mutasi dan rotasi besar-besaran terhadap 264 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) di lingkungan Polri pada awal November 2026. Salah satu sorotan utama dalam kebijakan ini adalah pencopotan AKBP Rossa Purbo Bekti dari jabatannya sebagai Kapolres Bangkalan, Jawa Timur, yang belum genap berjalan satu bulan.

Mutasi tersebut tertuang secara resmi dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026. Dalam telegram itu, eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut dimutasi sebagai Perwira Menengah (Pamen) Bareskrim Polri.

Sebelumnya, pengangkatan AKBP Rossa Purbo Bekti sebagai Kapolres Bangkalan baru diterbitkan melalui Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Kini, posisi kepemimpinan di Polres Bangkalan resmi dipercayakan kepada AKBP Mustijat Priyambodo, yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Jawa Timur.

Pergeseran Sejumlah Jabatan Strategis dan Pimpinan Wilayah

Selain di wilayah Bangkalan, gerbong mutasi kali ini turut menggeser sejumlah posisi strategis, mulai dari jabatan kapolrestabes hingga kapolres di berbagai daerah, di antaranya:

  • Kapolrestabes Bandung: Dijabat oleh Kombes Pol. Imran Amir, menggantikan pejabat sebelumnya Kombes Pol. Dedi Supriyadi.

  • Kapolrestabes Palembang: Dijabat oleh Kombes Pol. Heru Agung Nugroho, menggantikan Kombes Pol. Sonny Mahar Budi.

  • Kapolres Metro Jakarta Selatan: Dijabat oleh Kombes Pol. Alfian Nurrizal.

  • Kapolres Metro Jakarta Timur: Dijabat oleh Kombes Pol. Hendri Umar.

Menanggapi rotasi massal ini, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang lazim dan wajar dalam tubuh organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Menurut Isir, kebijakan tersebut ditempuh sebagai bentuk penyegaran organisasi serta bagian dari pembinaan karier personel agar roda kepemimpinan berjalan lebih optimal. Langkah ini juga dinilai krusial untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas-tugas kepolisian di tengah kompleksitas tantangan keamanan yang terus berkembang.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier personel Polri. Hal ini juga menjadi upaya penyegaran organisasi untuk memastikan roda kepemimpinan dan pelaksanaan tugas berjalan optimal,seiring dengan perkembangan tantangan tugas Polri yang semakin kompleks,” ujar Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Editor: IJS