
Harnas.id, SLEMAN — Kedatangan rombongan bus pariwisata dalam jumlah besar ke kawasan Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), saat penyelenggaraan RANS Carnival pada Minggu (1/11/2026), menjadi perbincangan di media sosial. Kemunculan bus-bus tersebut memicu pertanyaan publik, terutama setelah acara milik Raffi Ahmad itu sebelumnya menghadapi seruan boikot.
Video kedatangan sejumlah bus pariwisata beredar di media sosial dan memperlihatkan kendaraan memasuki kawasan acara. Situasi tersebut menjadi sorotan karena RANS Carnival sebelumnya dilaporkan mengalami penurunan antusiasme pengunjung setelah sejumlah pengisi acara dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memutuskan mundur.
Perbincangan semakin berkembang setelah akun Threads @zumaahmd mengunggah informasi mengenai rombongan yang disebut berasal dari Boyolali. Dalam unggahannya, akun tersebut mengklaim peserta mendapatkan fasilitas transportasi gratis serta uang saku sebesar Rp100 ribu untuk menghadiri acara di Sleman.
Selain itu, beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp yang memuat tawaran tiga unit bus gratis dan uang saku Rp100 ribu bagi peserta yang bersedia datang ke lokasi RANS Carnival. Informasi tersebut kemudian memunculkan dugaan adanya pengerahan penonton berbayar untuk meramaikan acara.
Namun, klaim mengenai pembayaran tersebut belum terverifikasi secara independen. Belum diketahui secara pasti siapa pihak yang menawarkan fasilitas, sumber pembiayaan, maupun apakah rombongan tersebut memiliki keterkaitan dengan penyelenggara RANS Carnival.
Sebelumnya, acara yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 itu juga menghadapi gelombang kritik setelah Raffi Ahmad menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 29 Oktober 2026.
Polemik tersebut memicu seruan boikot di media sosial. Sejumlah musisi yang semula dijadwalkan tampil, di antaranya Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, dan OM Wawes, mengumumkan pembatalan keikutsertaan mereka. Sejumlah pelaku UMKM yang direncanakan membuka stan di lokasi acara juga memilih mundur.
Di tengah polemik tersebut, beredar pula pesan WhatsApp yang menawarkan uang belanja Rp50 ribu kepada warga untuk menghadiri kegiatan di kawasan Maguwoharjo. Pesan itu turut mencatut nama Kapolresta Sleman.
Menanggapi informasi tersebut, Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menegaskan bahwa kepolisian tidak pernah mengerahkan massa untuk meramaikan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan, pengerahan yang dilakukan Polresta Sleman merupakan penempatan personel untuk pengamanan kegiatan masyarakat, bukan mengumpulkan warga sebagai penonton.
“Polresta Sleman tidak pernah melakukan pengerahan massa. Yang dilakukan adalah pengerahan personel untuk pengamanan kegiatan masyarakat,” kata Argo, Sabtu (31/10/2026), sebagaimana dikutip dari pemberitaan Tirto.
Dengan demikian, kedatangan rombongan bus dan dugaan pemberian uang saku kepada peserta masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Hingga kini, belum ada bukti independen yang memastikan rombongan tersebut merupakan penonton bayaran yang dikoordinasikan oleh penyelenggara RANS Carnival.
Editor: IJS










