Mojang Jajaka Bogor Bawa Pulang Dua Gelar Moka Jabar 2026, Wellness Tourism Jadi Gagasan

Christian Gerald Vernandes dan Thalita Sekar Alya, perwakilan Kota Bogor dalam ajang Mojang Jajaka Jawa Barat 2026. Foto: Harnas.id
Christian Gerald Vernandes dan Thalita Sekar Alya, perwakilan Kota Bogor dalam ajang Mojang Jajaka Jawa Barat 2026. Foto: Harnas.id

Harnas.id, BOGOR – Kota Bogor kembali mencatatkan prestasi dalam ajang pemilihan Mojang Jajaka Jawa Barat 2026. Dua perwakilan Kota Hujan, Christian Gerald Vernandes dan Thalita Sekar Alya, berhasil meraih gelar pada malam puncak yang digelar di Bandung.

Christian Gerald Vernandes berhasil menyandang gelar Jajaka Jawa Barat 2026. Sementara itu, Thalita Sekar Alya meraih predikat Mojang Motekar Jawa Barat 2026.

Keduanya bukan nama baru dalam ajang Mojang Jajaka. Gerald dan Thalita sebelumnya merupakan Mojang dan Jajaka Pinilih Kota Bogor 2025, sebelum kemudian dipercaya mewakili Kota Bogor dalam kompetisi Mojang Jajaka tingkat Jawa Barat.

Perjalanan mereka di tingkat provinsi berlangsung melalui rangkaian kegiatan yang cukup padat. Para peserta menjalani masa karantina pada 18-22 Agustus 2026 di BPSDM Disparbud Jawa Barat, sebelum mengikuti malam Anugerah Moka Jabar 2026 di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Sabtu (22/8/2026).

Dalam proses pemilihan tersebut, peserta tidak hanya dinilai dari penampilan maupun kemampuan personal. Gerald dan Thalita turut membawa gagasan yang berkaitan dengan pengembangan sektor pariwisata Kota Bogor melalui proyek sosial yang mereka usung.

Salah satu gagasan yang diperkenalkan adalah pengembangan LAKSA (Layanan Informasi Kepariwisataan Kota Bogor) sebagai sumber informasi wisata yang lebih terpadu. Konsep tersebut diarahkan agar wisatawan tidak hanya mendapatkan informasi mengenai destinasi, tetapi juga memperoleh referensi aktivitas dan fasilitas pendukung selama berada di Kota Bogor.

Gagasan tersebut kemudian dikaitkan dengan konsep wellness tourism atau wisata berbasis kesehatan dan kebugaran. Pendekatan ini menempatkan aspek kesehatan, relaksasi, kebugaran, serta kenyamanan sebagai bagian dari pengalaman perjalanan wisata.

Melalui konsep tersebut, informasi pariwisata Kota Bogor dapat diperluas dari sekadar daftar lokasi yang menarik untuk dikunjungi. Wisatawan juga dapat diarahkan pada berbagai pilihan kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas fisik, alam, olahraga, relaksasi, hingga gaya hidup sehat.

Pengembangan LAKSA yang digagas Gerald dan Thalita juga mencakup pemetaan fasilitas kesehatan. Informasi mengenai rumah sakit, klinik, maupun layanan medis diharapkan dapat menjadi referensi tambahan bagi wisatawan apabila membutuhkan layanan kesehatan selama berada di Kota Bogor.

Pendekatan itu membuat promosi pariwisata tidak hanya berbicara mengenai daya tarik sebuah destinasi. Aspek keamanan dan kenyamanan wisatawan juga menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan, terutama bagi wisatawan yang mulai mempertimbangkan faktor kesehatan dalam menentukan perjalanan.

Gagasan yang dibawa kedua perwakilan Kota Bogor tersebut sekaligus memperlihatkan perkembangan peran Mojang Jajaka. Mereka tidak hanya tampil sebagai representasi budaya dan pariwisata daerah dalam kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki ruang untuk membawa gagasan yang dapat dikembangkan di sektor pariwisata.

Keterlibatan generasi muda dalam memperkenalkan inovasi pariwisata menjadi bagian penting dalam perkembangan ekonomi kreatif daerah. Ide yang lahir dari ajang Mojang Jajaka dapat menjadi salah satu cara untuk melihat potensi daerah melalui sudut pandang wisatawan masa kini.

Konsep wellness tourism yang diusung Gerald dan Thalita juga membuka pendekatan lain dalam mengenalkan Kota Bogor. Potensi wisata alam, aktivitas fisik, ruang relaksasi, hingga fasilitas kesehatan dapat ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman wisata yang saling terhubung.

Bagi Kota Bogor, keberhasilan keduanya di tingkat Jawa Barat menjadi capaian tersendiri. Gerald membawa pulang gelar Jajaka Jawa Barat 2026, sedangkan Thalita meraih predikat Mojang Motekar Jawa Barat 2026.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi keduanya untuk membawa nama Kota Bogor ke ruang yang lebih luas. Tidak hanya melalui promosi budaya dan destinasi, tetapi juga lewat gagasan mengenai bagaimana pariwisata dapat dikembangkan mengikuti kebutuhan wisatawan.

Bagi Kota Hujan, capaian tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian gelar. Kreativitas dan gagasan yang dibawa para Mojang dan Jajaka dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata, budaya, serta ekonomi kreatif Kota Bogor dengan cara yang lebih relevan.

Editor: IJS