Harnas.id, JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara Polri, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kerukunan di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, beserta jajaran.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi Polri dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan kondusif. Kedua pihak sepakat bahwa keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan, memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial.
Kapolri menyampaikan bahwa selama ini Polri mendapatkan dukungan dan kontribusi positif dari jajaran NU dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Dukungan tersebut, termasuk melalui jaringan organisasi NU hingga tingkat daerah, menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Kami juga berterima kasih kepada Bapak Ketua dan jajaran NU, karena selama ini kami sangat terbantu dan selalu bersinergi serta berkolaborasi di lapangan dalam melaksanakan tugas-tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Suyudi.
Menurut Kapolri, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sejalan dengan nilai-nilai amar ma’ruf nahi mungkar, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kesamaan nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun kerja sama yang berorientasi pada terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.
“Harapan kami tentunya apa yang sudah kita sinergikan selama ini bisa berjalan lebih baik, lebih bisa dirasakan oleh masyarakat,” kata Suyudi.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz menyambut baik silaturahmi tersebut. Ia menegaskan bahwa NU sejak awal memiliki komitmen pengabdian kepada masyarakat, termasuk dalam mendukung terciptanya kehidupan sosial yang tertib, aman, dan memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas serta ibadah dengan nyaman.
Gus Kikin juga menilai dinamika perkembangan zaman yang semakin cepat membutuhkan keterlibatan dan kerja sama berbagai pihak, terutama dalam membimbing generasi muda serta menjaga keharmonisan kehidupan sosial. Ia berharap hubungan baik antara PBNU dan Polri dapat terus diperkuat sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak turut membahas rencana penyusunan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) sebagai landasan untuk menyelaraskan program serta memperkuat implementasi kolaborasi.
Melalui penguatan kerja sama ini, Polri dan PBNU berharap dapat semakin mengoptimalkan peran masing-masing dalam menjaga keamanan dan ketertiban, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkokoh kerukunan demi terwujudnya kehidupan masyarakat Indonesia yang aman, damai, dan harmonis.
Editor: Erk











