Macan Kemayoran Punya Nakhoda Baru, Shin Tae-yong Janjikan Permainan Menyerang

Shin Tae-yong pelatih baru Persija Jakarta. Foto: Istimewa
Shin Tae-yong pelatih baru Persija Jakarta. Foto: Istimewa

Harnas.id, JAKARTA – Era baru Persija Jakarta resmi dimulai. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu memperkenalkan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala anyar dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6/2026).

Kehadiran pelatih asal Korea Selatan tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa kepelatihan Mauricio Souza yang meninggalkan Persija setelah berakhirnya kompetisi Super League 2025-2026. Manajemen Persija memberikan kepercayaan kepada Shin Tae-yong untuk memimpin tim dalam proyek jangka panjang yang disebut akan berlangsung selama tiga tahun.

Dalam sesi perkenalan resmi, Shin Tae-yong hadir bersama Presiden Persija Jakarta Mohamad Prapanca. Turut mendampingi pula Jeong Seok-seo atau yang akrab disapa Jeje yang bertugas sebagai penerjemah.

Bagi Shin Tae-yong, Jakarta bukanlah lingkungan yang asing. Selama menangani Timnas Indonesia pada periode 2020 hingga 2025, ia cukup sering menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno maupun Jakarta International Stadium sebagai markas pertandingan tim nasional.

Pengalaman tersebut membuatnya mengaku telah memahami kultur sepak bola Indonesia, termasuk atmosfer yang dibangun oleh suporter Persija yang dikenal sebagai salah satu basis pendukung terbesar di Tanah Air.

Dalam kesempatan itu, Shin Tae-yong langsung memberikan gambaran mengenai identitas permainan yang ingin dibangun bersama Persija. Berbeda dengan pendekatan yang kerap diterapkannya saat melatih Timnas Indonesia menghadapi lawan-lawan kuat di level internasional, kali ini ia ingin menghadirkan sepak bola yang lebih agresif.

Menurutnya, Persija harus tampil dengan karakter menyerang, cepat, dan berani menekan lawan sepanjang pertandingan. Filosofi tersebut menjadi fondasi utama yang akan coba diterapkan pada skuad Macan Kemayoran untuk menghadapi kompetisi musim depan.

“Gaya yang ingin dimainkan dan filosofi Shin adalah sepak bola menyerang bukan bertahan. Di saat Timnas Indonesia karena lawan-lawannya lebih kuat dan lebih baik kita bertahan dulu,” ujar Shin Tae-yong melalui penerjemahnya, Jeje.

Meski demikian, mantan pelatih Timnas Indonesia itu menegaskan proses pembentukan tim tidak bisa dilakukan secara instan. Ia mengaku akan terlebih dahulu berdiskusi dengan manajemen terkait kebutuhan skuad, termasuk dalam menentukan komposisi pemain asing yang dibutuhkan untuk menunjang strategi permainan.

“Tetapi di liga kita akan diskusi dulu dengan Prapanca (Presiden Persija) dan orang-orang di Persija untuk membawa pemain-pemain asing dan setelah itu kita pasti akan melakukan permainan lebih baik, cepat, agresif menyerang,” lanjutnya.

Selain berbicara mengenai taktik dan filosofi permainan, Shin Tae-yong juga disebut akan memiliki peran penting dalam pengembangan pemain muda Persija. Program regenerasi menjadi salah satu fokus yang ingin dijalankan selama masa kontraknya bersama klub ibu kota tersebut.

Presiden Persija Jakarta Mohamad Prapanca menyebut keberadaan Shin tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan performa tim utama, tetapi juga mempercepat proses pembinaan talenta muda yang dimiliki Persija.

Menurutnya, pengembangan pemain muda menjadi investasi penting bagi masa depan klub sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan sepak bola nasional.

“Shin akan membantu perkembangan infrastruktur pemain muda, akan coba akselerasi perkembangan pemain muda selama tiga tahun ke depan,” kata Prapanca.

Kehadiran Shin Tae-yong pun menghadirkan harapan baru bagi Persija yang dalam beberapa musim terakhir belum mampu kembali mengangkat trofi liga. Dengan kombinasi pengalaman internasional, pendekatan disiplin, serta fokus terhadap pembinaan pemain muda, manajemen berharap Persija dapat tampil lebih kompetitif pada Super League musim mendatang.

Editor: IJS