
Harnas.id, BOGOR – Kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi kini terbuka bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kota Bogor bersama Sekolah Vokasi Universitas Pakuan (Unpak) menghadirkan program beasiswa penuh yang menanggung biaya pendidikan mahasiswa hingga menyelesaikan studi.
Program tersebut memasuki tahap seleksi wawancara yang berlangsung di Sekolah Vokasi Universitas Pakuan, Kamis (25/6/2026). Sebanyak 78 peserta mengikuti tahapan akhir seleksi untuk memperebutkan kuota awal sekitar 20 hingga 25 penerima beasiswa pada angkatan pertama.
Ketua APSAI Kota Bogor, Deswaty Diningsih, mengatakan program ini merupakan bentuk kepedulian dunia usaha terhadap masa depan generasi muda, khususnya siswa yang memiliki prestasi akademik tetapi terkendala kondisi ekonomi.
Menurutnya, beasiswa diberikan kepada calon mahasiswa yang memiliki rekam jejak akademik baik, berasal dari keluarga kurang mampu yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), serta memiliki komitmen kuat untuk menyelesaikan pendidikan hingga lulus.
“Penerima beasiswa harus benar-benar serius menjalani pendidikan dan menyelesaikan kuliahnya hingga tuntas,” ujar Deswaty.
Ia menjelaskan, komitmen tersebut nantinya akan dituangkan dalam perjanjian antara penerima dan penyelenggara program sebagai bentuk keseriusan kedua belah pihak dalam mendukung keberhasilan studi mahasiswa.
Deswaty berharap program ini dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi siswa berprestasi agar tetap dapat mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya. Menurutnya, investasi pada pendidikan menjadi langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Sementara itu, Dekan Sekolah Vokasi Universitas Pakuan, Dr. Lia Dahlia Iryani, menjelaskan kerja sama dengan APSAI merupakan program baru yang dirancang untuk menjaring lulusan terbaik dari berbagai SMK di Kota maupun Kabupaten Bogor.
Ia menerangkan proses seleksi dilakukan secara bertahap. Sebelum mengikuti wawancara, seluruh peserta telah menjalani Tes Potensi Akademik (TPA) yang dilaksanakan di sejumlah sekolah. Hasil dari seluruh tahapan tersebut akan menjadi dasar penentuan penerima beasiswa.
“Hasil wawancara akan dievaluasi bersama APSAI untuk menentukan peserta yang berhak menerima beasiswa penuh,” jelas Lia.
Beasiswa yang diberikan mencakup seluruh biaya pendidikan hingga mahasiswa menyelesaikan masa studi. Para penerima juga dapat memilih sejumlah program studi vokasi sesuai minat dan kebutuhan dunia kerja.
Program studi yang tersedia meliputi D3 Manajemen Pajak, D3 Manajemen Informatika, D3 Teknik Komputer, serta D4 Kecerdasan Buatan dan Robotika.
Lia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha menjadi salah satu strategi dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Selain memperoleh pembiayaan pendidikan, mahasiswa penerima beasiswa juga diharapkan mendapat peluang mengikuti praktik kerja industri serta pengalaman profesional yang dapat meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja.
Melalui sinergi tersebut, APSAI dan Universitas Pakuan berharap lahir generasi muda yang tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga memiliki keterampilan dan daya saing untuk menghadapi perkembangan teknologi serta kebutuhan industri di masa depan.
Editor: IJS










