Kapolri dan Bahlil Kembali Satu Lapangan, Duel Persahabatan Jadi Penutup Meriah Kapolri Cup 2026

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengikuti laga persahabatan pada penutupan Kapolri Cup 2026 di Jakarta. (Dok.Polri)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengikuti laga persahabatan pada penutupan Kapolri Cup 2026 di Jakarta. (Dok.Polri)

Harnas.id, JAKARTA – Penutupan Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 menghadirkan suasana berbeda di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Sabtu (1/8/2026). Selain seremoni penutupan, perhatian peserta dan penonton tertuju pada laga persahabatan yang mempertemukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Dalam pertandingan tersebut, Kapolri berpasangan dengan Widi Chandra Kasih. Sementara Bahlil Lahadalia tampil bersama Muhammad untuk menjalani laga ekshibisi yang berlangsung penuh keakraban sekaligus kompetitif.

Sejak kedua pasangan memasuki lapangan, suasana arena langsung dipenuhi sorakan dan tepuk tangan penonton. Laga yang awalnya bersifat persahabatan berubah menjadi tontonan menarik karena kedua kubu sama-sama menunjukkan permainan yang serius dan menghibur.

Jenderal Sigit dan Widi Chandra Kasih tampil agresif sejak awal pertandingan. Beberapa kali pasangan ini mampu menekan lawan melalui serangan cepat dan penempatan bola yang menyulitkan.

Di sisi lain, pasangan Bahlil-Muhammad tidak tinggal diam. Mereka berusaha mengimbangi permainan dengan kombinasi serangan dan pertahanan yang cukup rapat sehingga pertandingan berlangsung ketat.

Aksi saling balas poin terjadi sepanjang pertandingan. Smash keras, permainan cepat di depan net, hingga reli panjang menjadi warna tersendiri yang membuat penonton terus memberikan dukungan kepada kedua pasangan.

Atmosfer pertandingan semakin hidup setiap kali terjadi rally panjang yang memaksa pemain mengerahkan kemampuan terbaiknya. Gelak tawa dan sorak penonton juga beberapa kali terdengar saat para pemain menampilkan aksi-aksi menarik di lapangan.

Pada set pertama, pasangan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Widi Chandra Kasih berhasil tampil lebih efektif. Mereka menutup pertandingan dengan kemenangan 15-11 atas pasangan Bahlil Lahadalia dan Muhammad.

Meski berstatus laga persahabatan, pertandingan tersebut menjadi simbol semangat sportivitas yang selama ini menjadi bagian dari penyelenggaraan Kapolri Cup. Kehadiran sejumlah tokoh nasional di lapangan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta kejuaraan.

Laga tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 yang berlangsung sejak 27 Juli hingga 1 Agustus 2026. Selama hampir satu pekan, kejuaraan tersebut menghadirkan berbagai pertandingan dari sejumlah kategori yang dipertandingkan.

Ketua Seksi Humas dan Dokumentasi Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026, Irjen Pol. Ahmad Ramadhan, mengatakan bahwa penyelenggaraan Kapolri Cup tidak hanya berfokus pada aspek kompetisi semata.

Menurutnya, kejuaraan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus membangun budaya sportivitas di kalangan peserta, penyelenggara, dan seluruh pihak yang terlibat.

“Melalui Kapolri Cup 2026, Polri ingin terus mendukung pembinaan olahraga bulu tangkis nasional sekaligus memberikan ruang bagi lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Laga persahabatan pada penutupan ini juga menjadi simbol kebersamaan dan sportivitas yang menjadi semangat kejuaraan,” ujar Ahmad Ramadhan.

Kapolri Cup 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kejuaraan ini menjadi salah satu agenda olahraga yang dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan atlet bulu tangkis dari berbagai latar belakang.

Peserta yang mengikuti kejuaraan berasal dari berbagai kategori, mulai dari atlet umum, anggota Polri, hingga atlet para-bulu tangkis. Keterlibatan berbagai kelompok tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kompetisi yang inklusif dan kompetitif.

Penyelenggaraan Kapolri Cup 2026 juga terlaksana melalui kolaborasi antara Polri, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), dan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI). Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung proses pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Lebih jauh, kejuaraan ini juga diarahkan menjadi sarana pencarian bakat dan penjaringan atlet potensial yang dapat berkembang menuju level kompetisi yang lebih tinggi. Dengan ruang kompetisi yang konsisten, peluang lahirnya atlet-atlet baru diharapkan semakin terbuka.

Menariknya, duel antara Kapolri dan Bahlil bukan kali pertama terjadi dalam ajang Kapolri Cup. Pada penutupan Kapolri Cup 2025, keduanya juga sempat saling berhadapan di lapangan bulu tangkis.

Saat itu, Jenderal Listyo Sigit Prabowo berpasangan dengan mantan pebulu tangkis nasional Marcus Fernaldi Gideon. Sementara Bahlil Lahadalia tampil bersama Adrian Pratama dalam laga yang juga menjadi perhatian para peserta dan penonton.

Kehadiran pertandingan persahabatan di penghujung kejuaraan dinilai menjadi cara efektif menghadirkan suasana santai sekaligus memperkuat pesan bahwa olahraga bukan hanya soal kemenangan. Di atas lapangan, sportivitas, kebersamaan, dan semangat kompetisi sehat tetap menjadi nilai utama yang ingin ditunjukkan melalui Kapolri Cup 2026.

Editor: IJS