Harnas.id, BOGOR – Komite Paralayang Indonesia (KPI) Kota Bogor membidik tiga medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Target tersebut akan dikejar melalui sejumlah nomor pertandingan, termasuk cross country junior dan tandem senior, dengan mengandalkan kesiapan 11 atlet yang tengah menjalani tahap akhir persiapan.
Ketua KPI Kota Bogor, Makmur Affendi, mengungkapkan kesiapan tim saat ini telah mencapai sekitar 85 persen. Para atlet masih memiliki waktu untuk mematangkan kemampuan sebelum bertanding pada 8–18 November 2026 di kawasan Puncak. Sisa waktu tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk mengevaluasi performa sekaligus memastikan setiap atlet siap menghadapi persaingan.
“Persiapan sudah sekitar 85 persen. Kami berharap seluruh atlet bisa tampil maksimal dan mencapai target yang sudah ditetapkan,” kata Makmur kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).
KPI Kota Bogor menurunkan 11 atlet untuk menghadapi kompetisi olahraga tingkat Jawa Barat tersebut. Komposisi tim terdiri atas enam atlet junior dan lima atlet senior, termasuk tiga atlet putri. Mereka akan berkompetisi pada nomor ketepatan mendarat dan cross country.
Makmur menilai target tiga medali emas masih realistis jika melihat potensi atlet serta hasil evaluasi dari sejumlah kejuaraan yang telah diikuti. Meski demikian, pencapaian target tersebut tetap bergantung pada kesiapan atlet dan kemampuan mereka menjaga konsistensi selama pertandingan.

Salah satu bekal yang dibawa tim Kota Bogor berasal dari keikutsertaan dalam kejuaraan paralayang di Bukit Paralayang Puncak, Gunung Mas, Kabupaten Bogor, pada 14–17 Oktober 2026. Ajang bertajuk Nusantara Sky (Nu Sky) itu menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menguji kemampuan sebelum menghadapi Porprov.
Dalam kejuaraan tersebut, atlet Indonesia berhadapan dengan peserta dari Malaysia dan China. Persaingan lintas negara ini memberikan gambaran mengenai kemampuan lawan sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi tim Kota Bogor dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Hasil dari Nu Sky juga menunjukkan bahwa atlet Kota Bogor mampu bersaing dan membawa pulang sejumlah medali. Atlet junior Eva Estianti meraih medali perak pada nomor ketepatan mendarat, sedangkan Riki Maulana memperoleh medali perunggu di kategori senior.
Prestasi juga diraih pada nomor beregu. Tim yang diperkuat Riki Maulana, Muhammad Yuda, Muhammad Yudi, dan Vicki Lesmana berhasil menyumbangkan medali perunggu. Hasil tersebut menjadi salah satu catatan penting bagi tim pelatih untuk melihat kekuatan atlet, baik secara individu maupun dalam kompetisi beregu.
Makmur mengakui atlet Malaysia dan China masih menjadi pesaing yang perlu diperhitungkan. Namun, pengalaman menghadapi peserta dari kedua negara tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi atlet Kota Bogor untuk meningkatkan kemampuan dan memperbaiki kekurangan sebelum Porprov dimulai.
“Kami minta atlet tetap fokus dan berjuang sekuat tenaga. Jangan mudah menyerah, karena peluang untuk meraih medali tetap terbuka selama mereka mempersiapkan diri dengan maksimal,” tegasnya.
Dengan persiapan yang telah mencapai 85 persen dan tambahan pengalaman dari kejuaraan Nu Sky, KPI Kota Bogor kini berupaya memaksimalkan waktu yang tersisa. Target tiga medali emas menjadi sasaran utama, sementara hasil pertandingan sebelumnya menjadi modal evaluasi agar para atlet dapat tampil lebih kompetitif di Porprov XV Jawa Barat 2026.
Editor: IJS











