
Harnas.id, BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengajak masyarakat memanfaatkan momentum libur panjang dengan mengunjungi tempat-tempat wisata edukasi bersama keluarga, khususnya anak-anak. Menurutnya, masa liburan tidak hanya menjadi waktu untuk rekreasi, tetapi juga kesempatan memperluas pengetahuan melalui kunjungan ke lokasi yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan edukasi.
Ajakan tersebut disampaikan Dedie Rachim saat menghadiri soft launching wahana multimedia Immerzoa di Museum Zoologi, kawasan Kebun Raya Bogor, Kamis (14/5/2026). Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari pengembangan konsep wisata edukasi di Kota Bogor yang belakangan mulai diminati masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Dedie menyebut Kota Bogor memiliki banyak pilihan destinasi yang dapat dikunjungi keluarga selama libur panjang. Tidak hanya Kebun Raya Bogor, tetapi juga museum, taman kota, hingga tempat-tempat bersejarah yang dinilai mampu memberikan pengalaman belajar secara langsung bagi anak-anak.
Ia menilai wisata edukasi menjadi alternatif positif di tengah tren liburan yang lebih banyak berorientasi pada hiburan semata. Dengan mengunjungi museum atau kawasan sejarah, anak-anak dinilai bisa memperoleh pengalaman baru di luar lingkungan sekolah.
Saat berada di Museum Zoologi, Dedie juga sempat mengajak sejumlah pelajar dari SDN Semeru 1 yang sedang melakukan kunjungan edukasi untuk ikut mendengarkan penjelasan dari pihak museum. Suasana terlihat cair ketika para siswa antusias mengikuti penjelasan mengenai koleksi satwa dan sejarah yang ada di lokasi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Dedie turut mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Bogor yang akan menghadirkan Museum Pajajaran sebagai sarana edukasi sejarah baru di Kota Bogor.
“Selain tempat eduwisata lain dan museum-museum yang sudah ada, insyaallah kita akan punya satu lagi, namanya Museum Pajajaran. Insya Allah tanggal 3 Juni kita akan launching Museum Pajajaran, sebuah sarana untuk kita belajar tentang kesejarahan bagaimana dulu Pakuan Pajajaran pernah berdiri, pernah kokoh memerintah dari Bogor untuk wilayah Jawa Barat,” ucap Dedie Rachim.
Sementara itu, General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya (MNR), Zaenal Arifin, mengatakan jumlah pengunjung Kebun Raya Bogor hingga siang hari mencapai sekitar 5.000 orang. Angka tersebut disebut menunjukkan tingginya minat masyarakat memanfaatkan masa libur untuk berwisata di kawasan Bogor.
Zaenal menjelaskan, Museum Zoologi kini menghadirkan wahana edukasi baru bernama Immerzoa sebagai bagian dari pengembangan pengalaman belajar berbasis multimedia. Wahana tersebut menampilkan visual digital interaktif yang mengangkat berbagai karakter hewan koleksi Museum Zoologi.
“Kita menghadirkan Immerzoa yang merupakan visual digital yang ditampilkan di wahana edukasi baru di Museum Zoologi untuk mengangkat karakter-karakter hewan yang ada di Museum Zoologi,” tutur Zaenal Arifin yang akrab disapa Kang Zae.
Menurutnya, kehadiran wahana digital tersebut diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk datang ke museum. Tidak hanya menikmati suasana alam di Kebun Raya Bogor, tetapi juga memperoleh pengalaman edukasi yang lebih modern dan interaktif.
Ia menambahkan, berbagai karakter hewan ditampilkan secara visual agar pengunjung, khususnya anak-anak, lebih mudah memahami informasi yang disampaikan.
Di sisi lain, kunjungan tersebut juga mendapat respons positif dari para orang tua siswa yang mendampingi kegiatan belajar di luar kelas tersebut. Salah satunya disampaikan Kadek Rustiana Arisnayanti yang mengaku terkesan dengan sikap Wali Kota Bogor saat berinteraksi dengan anak-anak.
“Bapak humble banget, sama anak-anak juga langsung dekat. Anak-anak juga dengan mudah mampu meresap apa yang dijelaskan oleh tim guide dan oleh Pak Dedie. Terima kasih kami sudah diizinkan bergabung,” ujarnya.
Kadek menilai kunjungan ke Museum Zoologi menjadi pengalaman penting bagi anak-anak karena menghadirkan konsep belajar sambil bermain. Menurutnya, kegiatan seperti itu membuat pelajar lebih mudah memahami materi dan memiliki pengalaman langsung yang dapat diingat dalam jangka panjang.
“Sehingga pulang dari sini akan ada ilmu dan pengalaman yang dibawa. Nanti dibuat seperti tulisan, ada apa saja yang didapat, dilihat, dan ditemui, belajar apa saja,” ucapnya.
Editor: IJS










