
Harnas.id, CIBINONG – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengunjungi pameran foto jurnalistik Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 yang digelar di Taman Siliwangi, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bogor, Cibinong, Kamis (14/5/2026). Kehadirannya menjadi perhatian pengunjung lantaran ia tampak serius menikmati setiap karya foto yang dipamerkan.
Pameran tersebut menampilkan puluhan karya pewarta foto dari berbagai daerah di Indonesia yang merekam beragam peristiwa penting sepanjang tahun 2025. Mulai dari dinamika sosial, olahraga, bencana, hingga momen kemanusiaan, seluruhnya tersaji dalam bingkai visual yang kuat dan penuh makna.
Dedie Rachim terlihat berkeliling area pameran meski hujan mengguyur kawasan Cibinong. Ia mengamati satu per satu karya yang dipajang sambil beberapa kali berhenti untuk memperhatikan detail foto-foto tertentu yang dinilainya memiliki kekuatan cerita.
Menurut Dedie, foto jurnalistik memiliki kemampuan menyampaikan pesan secara cepat dan mendalam tanpa harus dijelaskan panjang lebar. Ia menilai satu gambar mampu merekam emosi, situasi, hingga atmosfer sebuah peristiwa hanya dalam satu frame.
“Karena satu gambar itu sejuta kata-kata. Satu foto sejuta cerita. Dalam satu foto itu sudah menggambarkan berbagai cerita, jadi luar biasa,” kata Dedie Rachim.
Di antara puluhan karya yang dipamerkan, ada beberapa foto yang paling menarik perhatian Dedie. Salah satunya adalah potret aksi demonstrasi di Bandung yang memperlihatkan seseorang berusaha menyelamatkan diri di tengah kobaran api dari Gedung Wisma MPR RI yang terbakar.
Menurutnya, foto tersebut memiliki kekuatan visual yang tinggi karena berhasil menangkap situasi mencekam dalam satu momen yang tidak bisa diulang. Ia menyebut karya seperti itu membutuhkan keberanian sekaligus insting tajam dari seorang pewarta foto.
Selain itu, Dedie juga menyoroti foto pertandingan sepak bola yang menangkap momen unik saat seorang kiper justru menangkap kepala pemain, sementara bola terlihat melayang di udara. Potret tersebut dinilai menjadi contoh bagaimana ketepatan waktu dalam fotografi mampu menghasilkan gambar yang langka dan menarik perhatian publik.
Ia mengatakan, momen seperti itu tidak mudah ditangkap karena berlangsung sangat cepat. Namun kejelian fotografer membuat peristiwa tersebut berhasil terdokumentasikan dengan sempurna.
“Menurut saya luar biasa. Itu sebuah titik timing yang kalau menurut saya tidak mudah dan yang lain banyak kualitasnya udah bagus-bagus banget,” ujarnya.
Sebagai informasi, APFI 2026 menghadirkan 40 bingkai foto jurnalistik pilihan yang merekam berbagai kejadian penting di Indonesia selama tahun 2025. Pameran tersebut menjadi ruang apresiasi bagi karya pewarta foto yang selama ini bekerja di lapangan merekam berbagai peristiwa penting untuk publik.
Dalam rangkaian kegiatan APFI 2026, panitia juga menggelar malam penganugerahan bagi para pewarta foto Indonesia. Terdapat tujuh kategori penghargaan yang diperebutkan, dengan satu karya terbaik dari masing-masing kategori yang kemudian bersaing memperebutkan gelar Photo of The Year 2026.
Editor: IJS










